Showing posts with label Dampak Internet. Show all posts
Showing posts with label Dampak Internet. Show all posts

Sunday, 14 October 2012

Mengintip Warnet (Nan Mewah) Di Jepang: Ini Warnet Atau Hotel? (Foto)

Siapakah yang tidak mengenal Warnet (warung internet)? Sebagian besar dari kita pasti sering, atau minimal sudah pernah menggunakan jasanya. Warnet di Indonesia umumnya dibagi-bagi menjadi sekat-sekat kecil yang terbuka dan tentunya tidak nyaman untuk selonjoran. 







Beginilah interior bilik warnet di Jepang 


Bagaimana kalau di Jepang? Di Jepang sana warnet dinamakan internet cafe dan jumlahnya cukup banyak, serta selalu ramai walaupun boleh dikatakan bahwa di Jepang hampir setiap rumah sudah memiliki koneksi internet sendiri. 




Ada satu bilik berkapasitas 2 komputer atau lebih 


Warnet di Jepang dibandingkan disini mempunyai 3 hal perbedaan yang kontras dibandingkan dengan warnet di Indonesia yaitu: harga (mahal sekali), koneksinya (amat cepat), dan pelayanannya (tidak hanya untuk internetan saja). 


Bicara harga, tidak ada yang murah disana. Tokyo dikenal sebagai salah satu kota termahal di dunia. Biaya sewa mulai dari 15 menit sampai setengah hari biaya rata-ratanya 500 yen (sekitar Rp. 50.000) sebenarnya cukup murah atau mahal itu relatif. 


Bicara kecepatan, jangan ditanya lagi. Sebab rata-rata kecepatan internet di Jepang saat ini minimal 10 Mbps, jauh meninggalkan kecepatan koneksi internet di Indonesia yang sesungguhnya hanya rata-rata maksimalnya 500 Kbps. 




Ini warnet apa hotel ya? 


Nah, internet cafe di Jepang umumnya tidak hanya sekadar untuk internetan saja, tetapi juga kita bisa membaca koleksi buku komik (manga) yang banyak dengan gratis. Hebatnya lagi, kiat bisa memesan bilik yang berkapasitas 1 orang, 2 orang atau lebih dari 2 orang. Dan kadang pengelolanya menyediakan 2 komputer dalam 1 bilik. Sebagian besar bilik yang ada dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti webcam, microphone, televisi untuk menonton. Dan bagi para perokok, tidak masalah, karena di sediakan asbak. 




Berbagai minuman ini gratis! 


Dan walau biaya sewanya mahal, mereka menyediakan minuman gratis tanpa batasan. Hanya makanan (snack) saja yang tidak gratis. 






Ada user yang niatnya hanya istirahat (atas), ataupun berselancar (bawah) 


Terakhir, bicara soal pelayanan maka bicara juga soal kebutuhan. Belakangan ini internet cafe disana tidak sekadar menjual koneksi internet tetapi sebagai tempat tidur bagi para pekerja atau seperti Love Hotels digunakan juga untuk tempat bermalam bagi mereka yang ketinggalan kereta. 


Alasannya adalah internet cafe jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya mereka menginap di hotel sebab selain bisa tidur mereka juga bisa internetan, baca komik, minum gratis dan ada air hangat untuk mandi (biasanya untuk menggunakan kamar mandi kita harus membayar). 








Seperti inilah bagian luar bilik warnet di Jepang. Walau amat privasi, tapi tak ada aktivitas mesum 


Satu hal yang kini juga menjadi masalah bagi pemerintah setempat adalah meningkatnya pengangguran dan orang yang mendadak tidak memiliki tempat tinggal karena jatuh miskin adalah internet cafe sudah mulai berubah fungsi sebagai rumah sementara bagi mereka. 

Dan bagusnya, orang Jepang mempunyai sopan santun yang tinggi. Walau bilik-bilik tersebut amat privasi, mereka tidak pernah melakukan aktivitas mesum seperti yang kerap dilakukan oleh para pelajar di indonesia dalam bilik-bilik warnet.

Thursday, 5 May 2011

Fenomena nama Kate Middleton

Nama adalah doa, begitu banyak orang berkata. Namun adakalanya sebuah nama justru membawa petaka. Seperti yang terjadi pada seorang perempuan asal Concord, Massachusetts, Amerika Serikat. Hanya gara-gara memiliki nama sama dengan istri Pangeran William, akun Facebook milik Middleton beberapa waktu lalu diblokir oleh perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut. (Foto: Foto: AP Photo/ Charles Krupa)


Tuesday, 22 February 2011

Dua Guru Simpan Film Porno di Komputer Sekolah

Tidak bijak kiranya menyimpan file video porno di komputer milik sekolah . Apalagi jika hal itu dilakukan oleh guru, yang seharusnya jadi teladan bagi siswanya . Namun peristiwa semacam itu benar- benar terjadi di Inggris.



Tim Edwards dan Angela Thornhill, keduanya guru di sekolah Addington High, kedapatan menyimpan film porno kelas hardcore di komputer sekolah . Film yang dibuat sendiri tersebut menggambarkan adegan pasangan sedang beradu cinta di sebuah kursi. Keduanya yang sudah berstatus sebagai guru senior pun terancam kena pecat.



Edward dan Angela saat ini sudah dikenai sanksi skorsing dan penyelidikan terhadap ulah mereka sedang berlangsung. Investigasi bakal terfokus untuk menyelidiki siapa sebenarnya ' bintang ' dalam video porno bersangkutan .



Lalu, apakah film mesum tersebut direkam di area sekolah dan apakah para murid juga pernah menontonnya . Namun rupanya , kedua guru tersebut dianggap sebagai guru yang baik oleh sebagian wali murid . Malah diharapkan agar keduanya tidak perlu sampai diberi hukuman berat .



"Anakku diajar oleh salah seorang dari guru itu dan kupikir mereka hebat . Mereka selalu profesional dan mendidik anakku dengan standar tinggi, " demikian ucapan salah satu orang tua murid, dikutip detikINET dari This is London , ( 22/2 /2011 ) .



Namun keduanya memang sudah terbukti melanggar kepatutan dan menyalahgunakan perangkat komputer milik sekolah . Kini nasib mereka bakal ditentukan setelah penyelidikan dari otoritas usai dilakukan



sumber: detik.com