Robert Kubica harus menjalani operasi sekitar tujuh jam menyusul kecelakaan yang menimpanya . Ia kini disebut dalam keadaan stabil meski masih amat serius .
Seperti diberitakan sebelumnya , Kubica yang merupakan pembalap tim F1 Lotus Renault mendapat kecelakaan tatkala melakukan aktivitas sampingan di lintasan reli. Akibat kecelakaan itu, tulang di kaki dan tangan kanannya dilaporkan patah . Sejumlah luka parah juga menyayat lengannya, diyakini karena tabrakan sudah membuat sejumlah material pagar pembatas menembus kokpit mobil dan mengenai Kubica.
Segera setelah insiden tersebut , operasi langsung dilakukan. Fokusnya adalah menyelamatkan jiwa Kubica sekaligus fungsi dari tangan kanannya. Operasi yang berjalan selama tujuh jam di Rumah Sakit Santa Corona itu lantas disebutkan sukses .
Saat ini Kubica tengah berada dalam kondisi yang stabil , kendati tetap serius . Ia sekarang sedang ditempatkan dalam kondisi induksi medis koma pasca- operasi .
"Ini sudah menjadi operasi sulit dan amat penting ," komentar Profesor Mario Igor Rossello , dokter spesialis tangan yang menangani Kubica, seperti dikutip Autosport .
"Lengan kanan Robert Kubica tersayat di dua bagian , dengan luka besar di bagian tulang dan otot tendon. Kami melakukan yang terbaik untuk mengembalikan fungsi lengan , " paparnya . Untuk menangani Kubica, imbuh Rossello , dibutuhkan tujuh dokter yang dibagi ke dalam dua tim.
Satu tim yang berasa dari Rumah Sakit San Paolo terbiasa menangani cedera dalam kasus serupa, sedangkan tim lain datang dari departemen ortopedi Rumah Sakit Corona . Total tujuh jam dibutuhkan untuk melakukan operasi tersebut .
"Di akhir operasi , pembuluh darah di tangan Robert sudah membaik dan tangannya terasa hangat, yang merupakan hal baik. Setelah operasi , ia akan tetap dimonitor semalaman karena kondisinya masih serius , " lanjut Rossello .
sumber: DetikSport
Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Monday, 7 February 2011
Friday, 24 December 2010
tim Indonesia pakai Pita Hitam
Tim Nasional Indonesia akan bertanding melawan kesebelasan negeri jiran, Malaysia, Minggu 26 Desember 2010, dalam final putaran pertama Piala AFF 2010.
Di hari yang sama ketika Tim Garuda berjuang, tepat enam tahun pasca musibah tsunami dahsyat yang meluluhlantakkan sebagian Aceh.
Untuk itu, masyarakat Aceh berharap agar Timnas mengenakan pita hitam di lengan pada saat bertanding melawan Malaysia. Juga hening cipta sejenak untuk mengenang derita dan duka yang dirasakan kala itu.
"Aksi hening cipta dan mengikat pita hitam di lengan merupakan bentuk penghormatan terhadap korban tsunami. Ini juga menjadi pertanda bahwa solidaritas di antara rakyat Indonesia terus tumbuh," kata Sekjen Partai Rakyat Aceh (PRA), Thamren Ananda, salah satu partai lokal yang berpengaruh di Aceh dalam rilis yang diterima VIVAnews, Jumat 24 desember 2010.
Apalagi, setelah tsunami banyak pula warga Aceh yang tinggal dan bekerja di Malaysia
"Sudah selayaknya tim nasional kita sedikit sensitif untuk menghormati ratusan ribu korban meninggal pada peristiwa tsunami pada tahun 2004 lalu," tegas Thamren.
Duka Aceh yang juga duka Indonesia terjadi pada 26 Desember 2004 lalu. Gempa bumi bawah laut 9,1 skala Richter mengguncang Samudera Hindia di lepas pantai Sumatera Utara.
Sungguh dahsyat getarannya, getaran gempa begitu kuat hingga terasa sampai 1.200 kilometer dari pusat gempa, mencapai Alaska.
Gempa superbesar itu memicu tsunami mematikan. Gelombang gergasi menyapu sejumlah pantai di Samudera Hindia hingga ketinggian 30 meter. Lebih dari 230.000 orang tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal.
Di hari yang sama ketika Tim Garuda berjuang, tepat enam tahun pasca musibah tsunami dahsyat yang meluluhlantakkan sebagian Aceh.
Untuk itu, masyarakat Aceh berharap agar Timnas mengenakan pita hitam di lengan pada saat bertanding melawan Malaysia. Juga hening cipta sejenak untuk mengenang derita dan duka yang dirasakan kala itu.
"Aksi hening cipta dan mengikat pita hitam di lengan merupakan bentuk penghormatan terhadap korban tsunami. Ini juga menjadi pertanda bahwa solidaritas di antara rakyat Indonesia terus tumbuh," kata Sekjen Partai Rakyat Aceh (PRA), Thamren Ananda, salah satu partai lokal yang berpengaruh di Aceh dalam rilis yang diterima VIVAnews, Jumat 24 desember 2010.
Apalagi, setelah tsunami banyak pula warga Aceh yang tinggal dan bekerja di Malaysia
"Sudah selayaknya tim nasional kita sedikit sensitif untuk menghormati ratusan ribu korban meninggal pada peristiwa tsunami pada tahun 2004 lalu," tegas Thamren.
Duka Aceh yang juga duka Indonesia terjadi pada 26 Desember 2004 lalu. Gempa bumi bawah laut 9,1 skala Richter mengguncang Samudera Hindia di lepas pantai Sumatera Utara.
Sungguh dahsyat getarannya, getaran gempa begitu kuat hingga terasa sampai 1.200 kilometer dari pusat gempa, mencapai Alaska.
Gempa superbesar itu memicu tsunami mematikan. Gelombang gergasi menyapu sejumlah pantai di Samudera Hindia hingga ketinggian 30 meter. Lebih dari 230.000 orang tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal.
Friday, 27 August 2010
Wow! Wang Yihan Tersingkir Di Kejuaraan Dunia
— Kejutan terjadi di sektor tunggal
putri pada babak ketiga turnamen
bulu tangkis Kejuaraan Dunia
2010, Kamis (26/8/2010). Pemain
nomor satu dunia asal China dan juga favorit juara, Wang Yihan, di luar dugaan
harus tersingkir karena kalah 22-20, 16-21, 18-21,
dari pemain Jepang, Eriko Hirose. Dalam duel maraton berdurasi 75 menit itu,
Hirose tampil penuh semangat dan tidak kenal
menyerah. Alhasil, unggulan ke-10 tersebut, yang
pada babak kedua menyingkirkan tunggal putri
Indonesia, Maria Febe Kusumastuti, menang dan
berhak meraih tiket ke perempat final. "Ini kali pertama saya mengalahkannya dan ini
adalah kemenangan terbesar sepanjang karier
saya," ujar Hirose dengan ceria. Namun, perjalanan Hirose untuk merengkuh
gelar bergengsi ini masih sangat terjal.
Selanjutnya, dia harus bertemu lagi dengan
pemain China, Wang Lin, untuk memperebutkan
tiket semifinal. Unggulan ketujuh tersebut lolos ke
babak delapan besar setelah menang straight set 21-13, 21-17 atas unggulan 12 dari Hongkong,
Yip Pui Yin. Hasil gemilang diperoleh pemain nomor satu
Denmark, Tine Baun, yang merupakan unggulan
keempat. Pemain yang ketika menjuarai All
England bulan Maret lalu masih menggunakan
nama Tine Rasmussen ini menang 21-19, 23-21
atas pemain unggulan ke-15 dari Bulgaria, Petya Nedelcheva. Pemain unggulan lainnya yang lolos dengan
mudah ke perempat final adalah Saina Nehwal.
Unggulan kedua dari India ini menang 21-14,
21-18 atas pemain Rusia, Ella Diehl.
Sayang sekali padahal aku ini fansnya.....
putri pada babak ketiga turnamen
bulu tangkis Kejuaraan Dunia
2010, Kamis (26/8/2010). Pemain
nomor satu dunia asal China dan juga favorit juara, Wang Yihan, di luar dugaan
harus tersingkir karena kalah 22-20, 16-21, 18-21,
dari pemain Jepang, Eriko Hirose. Dalam duel maraton berdurasi 75 menit itu,
Hirose tampil penuh semangat dan tidak kenal
menyerah. Alhasil, unggulan ke-10 tersebut, yang
pada babak kedua menyingkirkan tunggal putri
Indonesia, Maria Febe Kusumastuti, menang dan
berhak meraih tiket ke perempat final. "Ini kali pertama saya mengalahkannya dan ini
adalah kemenangan terbesar sepanjang karier
saya," ujar Hirose dengan ceria. Namun, perjalanan Hirose untuk merengkuh
gelar bergengsi ini masih sangat terjal.
Selanjutnya, dia harus bertemu lagi dengan
pemain China, Wang Lin, untuk memperebutkan
tiket semifinal. Unggulan ketujuh tersebut lolos ke
babak delapan besar setelah menang straight set 21-13, 21-17 atas unggulan 12 dari Hongkong,
Yip Pui Yin. Hasil gemilang diperoleh pemain nomor satu
Denmark, Tine Baun, yang merupakan unggulan
keempat. Pemain yang ketika menjuarai All
England bulan Maret lalu masih menggunakan
nama Tine Rasmussen ini menang 21-19, 23-21
atas pemain unggulan ke-15 dari Bulgaria, Petya Nedelcheva. Pemain unggulan lainnya yang lolos dengan
mudah ke perempat final adalah Saina Nehwal.
Unggulan kedua dari India ini menang 21-14,
21-18 atas pemain Rusia, Ella Diehl.
Sayang sekali padahal aku ini fansnya.....
Monday, 23 August 2010
Taufik Lebih Pikirkan Asian Games
Taufik Hidayat bukannya
tak mau menang di
BWF World
Championship
tahun ini, namun ia
menganggap Asian Games lebih
prestisius. Oleh
karenanya, ia lebih memikirkan turnamen yang disebut terakhir. Taufik hadir dalam kejuaraan dunia tahun ini dengan status
unggulan kelima. Di atasnya berturut-turut ada nama-nama
seperti Lee Chong Wei, Peter Gade, Lin Dan dan Chen Jin. Dengan hadirnya Chong Wei, Lin Dan dan Gade di turnamen
ini, Taufik pun merasa dirinya bukan yang terbaik di sini.
Andai akhirnya dia kalah, maka pebulutangkis berusia 29
tahun itu tak akan kaget. "Saya bukan favorit di sini. Malahan saya masih bisa tidur
nyenyak andai tak melangkah terlalu jauh di sini. Target saya
tahun ini adalah Asian Games. Saya ingin mempertahankan
titel saya di sana," ujarnya kepada The Star. Alasan di balik lebih mementingkan Asian Games ada pada
sisi prestisius kejuaraan. Taufik menilai BWF World
Championship yang diadakan tiap tahun membuat kejuaraan
tersebut kehilangan gengsinya. Beda halnya ketika masih
diadakan dua tahun sekali seperti dulu. "Prestisnya sudah hilang. Lin Dan mungkin akan menang lagi
tahun ini, tapi saya tak akan menganggapnya sebagai
pencapaian besar." "Yang yang (China) menjuarai kejuaraan ini dua kali waktu
masih diadakan dua tahun sekali, dan bagi saya itu lebih
berarti. Asian Games digelar empat tahun sekali dan lebih
prestisius untuk memenangi titel di sana," tukasnya. Asian Games sendiri akan digelar pada 12-27 November nanti
di Guangzhou, China. Di kejuaraan ini, Taufik juara dua kali
berturut-turut, yakni pada tahun 2002 dan 2006.
tak mau menang di
BWF World
Championship
tahun ini, namun ia
menganggap Asian Games lebih
prestisius. Oleh
karenanya, ia lebih memikirkan turnamen yang disebut terakhir. Taufik hadir dalam kejuaraan dunia tahun ini dengan status
unggulan kelima. Di atasnya berturut-turut ada nama-nama
seperti Lee Chong Wei, Peter Gade, Lin Dan dan Chen Jin. Dengan hadirnya Chong Wei, Lin Dan dan Gade di turnamen
ini, Taufik pun merasa dirinya bukan yang terbaik di sini.
Andai akhirnya dia kalah, maka pebulutangkis berusia 29
tahun itu tak akan kaget. "Saya bukan favorit di sini. Malahan saya masih bisa tidur
nyenyak andai tak melangkah terlalu jauh di sini. Target saya
tahun ini adalah Asian Games. Saya ingin mempertahankan
titel saya di sana," ujarnya kepada The Star. Alasan di balik lebih mementingkan Asian Games ada pada
sisi prestisius kejuaraan. Taufik menilai BWF World
Championship yang diadakan tiap tahun membuat kejuaraan
tersebut kehilangan gengsinya. Beda halnya ketika masih
diadakan dua tahun sekali seperti dulu. "Prestisnya sudah hilang. Lin Dan mungkin akan menang lagi
tahun ini, tapi saya tak akan menganggapnya sebagai
pencapaian besar." "Yang yang (China) menjuarai kejuaraan ini dua kali waktu
masih diadakan dua tahun sekali, dan bagi saya itu lebih
berarti. Asian Games digelar empat tahun sekali dan lebih
prestisius untuk memenangi titel di sana," tukasnya. Asian Games sendiri akan digelar pada 12-27 November nanti
di Guangzhou, China. Di kejuaraan ini, Taufik juara dua kali
berturut-turut, yakni pada tahun 2002 dan 2006.
Subscribe to:
Posts (Atom)

