— Kejutan terjadi di sektor tunggal
putri pada babak ketiga turnamen
bulu tangkis Kejuaraan Dunia
2010, Kamis (26/8/2010). Pemain
nomor satu dunia asal China dan juga favorit juara, Wang Yihan, di luar dugaan
harus tersingkir karena kalah 22-20, 16-21, 18-21,
dari pemain Jepang, Eriko Hirose. Dalam duel maraton berdurasi 75 menit itu,
Hirose tampil penuh semangat dan tidak kenal
menyerah. Alhasil, unggulan ke-10 tersebut, yang
pada babak kedua menyingkirkan tunggal putri
Indonesia, Maria Febe Kusumastuti, menang dan
berhak meraih tiket ke perempat final. "Ini kali pertama saya mengalahkannya dan ini
adalah kemenangan terbesar sepanjang karier
saya," ujar Hirose dengan ceria. Namun, perjalanan Hirose untuk merengkuh
gelar bergengsi ini masih sangat terjal.
Selanjutnya, dia harus bertemu lagi dengan
pemain China, Wang Lin, untuk memperebutkan
tiket semifinal. Unggulan ketujuh tersebut lolos ke
babak delapan besar setelah menang straight set 21-13, 21-17 atas unggulan 12 dari Hongkong,
Yip Pui Yin. Hasil gemilang diperoleh pemain nomor satu
Denmark, Tine Baun, yang merupakan unggulan
keempat. Pemain yang ketika menjuarai All
England bulan Maret lalu masih menggunakan
nama Tine Rasmussen ini menang 21-19, 23-21
atas pemain unggulan ke-15 dari Bulgaria, Petya Nedelcheva. Pemain unggulan lainnya yang lolos dengan
mudah ke perempat final adalah Saina Nehwal.
Unggulan kedua dari India ini menang 21-14,
21-18 atas pemain Rusia, Ella Diehl.
Sayang sekali padahal aku ini fansnya.....
Friday, 27 August 2010
Wednesday, 25 August 2010
Tes DNA Pastikan Hitler Keturunan Yahudi
Motif pembantaian
bangsa Yahudi
oleh Adolf Hitler
semakin
misterius. Belum
tentu sang Fuhrer
melakukannya
karena menganggap Yahudi sebagai bangsa yang
rendah, sebab penelusuran DNA memastikan
bahwa ia sendiri merupakan keturunan Yahudi. Penelusuran itu dilakukan oleh Marc Vermeeren,
seorang ahli sejarah bekerja sama dengan jurnalis
Belgia, Jean-Paul Mulders. Keduanya mengambil
sampel air ludah dari 39 kerabat Hitler, termasuk
seorang petani Austria yang merupakan sepupu
sang pemimpin Nazi. Dalam pengujian ketat di laboratorium, Mulders
dan Vermeeren berhasil memastikan dugaan yang
berkembang selama ini bahwa Hitler memang
merupakan keturunan Yahudi. Kepastian itu
ditandai dengan penemuan kromosom
Haplogroup E1b1b1 dalam DNA para kerabat Hitler. Ras yang menghuni wilayah Eropa bagian barat
sangat jarang memiliki kromosom tersebut.
Kromosom tersebut justru lebih banyak dimiliki
oleh bangsa Berber yang menghuni wilayah Afrika
seperti Maroko, Aljazair dan Tunisia dan masih
punya hubungan secara genetik dengan bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi Ashkenazi memiliki kromosom
Haplogroup E1b1b1 sebanyak 18-20 persen,
sedangkan Yahudi Sephardic memiliki sekitar
8,6-30 persen di dalam DNA-nya. Karena itu,
kromosom yang terdapat di dalam kromosom Y
itu menandakan kekerabatan seseorang dengan bangsa Yahudi. "Satu hal yang bisa ditarik dari dalil ini adalah,
Hitler masih berkerabat dengan orang-orang yang
ia benci," tulis Mulders di majalah Belgia, Knack
seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (24/8/2010). Hal ini dapat mematahkan pemahaman tentang
konsep Nazi yang menempatkan urusan darah
dan keturunan sebagai hal sangat penting.
Bagaimanapun ini membuktikan bahwa darah
Hitler tidak 100 persen bangsa Arya, bangsa yang
diagung-agungkan Nazi sebagai ras manusia paling unggul di dunia. Dugaan bahwa Hitler merupakan keturunan
Yahudi bukan kali ini saja muncul ke permukaan.
Ayahnya, Alois Hitler diketahui mempunyai anak
dari hubungannya dengan Maria Schickelgruber
yang kemudian dikenal sebagai seorang tokoh
Yahudi bernama Leopold Frankenberger.
bangsa Yahudi
oleh Adolf Hitler
semakin
misterius. Belum
tentu sang Fuhrer
melakukannya
karena menganggap Yahudi sebagai bangsa yang
rendah, sebab penelusuran DNA memastikan
bahwa ia sendiri merupakan keturunan Yahudi. Penelusuran itu dilakukan oleh Marc Vermeeren,
seorang ahli sejarah bekerja sama dengan jurnalis
Belgia, Jean-Paul Mulders. Keduanya mengambil
sampel air ludah dari 39 kerabat Hitler, termasuk
seorang petani Austria yang merupakan sepupu
sang pemimpin Nazi. Dalam pengujian ketat di laboratorium, Mulders
dan Vermeeren berhasil memastikan dugaan yang
berkembang selama ini bahwa Hitler memang
merupakan keturunan Yahudi. Kepastian itu
ditandai dengan penemuan kromosom
Haplogroup E1b1b1 dalam DNA para kerabat Hitler. Ras yang menghuni wilayah Eropa bagian barat
sangat jarang memiliki kromosom tersebut.
Kromosom tersebut justru lebih banyak dimiliki
oleh bangsa Berber yang menghuni wilayah Afrika
seperti Maroko, Aljazair dan Tunisia dan masih
punya hubungan secara genetik dengan bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi Ashkenazi memiliki kromosom
Haplogroup E1b1b1 sebanyak 18-20 persen,
sedangkan Yahudi Sephardic memiliki sekitar
8,6-30 persen di dalam DNA-nya. Karena itu,
kromosom yang terdapat di dalam kromosom Y
itu menandakan kekerabatan seseorang dengan bangsa Yahudi. "Satu hal yang bisa ditarik dari dalil ini adalah,
Hitler masih berkerabat dengan orang-orang yang
ia benci," tulis Mulders di majalah Belgia, Knack
seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (24/8/2010). Hal ini dapat mematahkan pemahaman tentang
konsep Nazi yang menempatkan urusan darah
dan keturunan sebagai hal sangat penting.
Bagaimanapun ini membuktikan bahwa darah
Hitler tidak 100 persen bangsa Arya, bangsa yang
diagung-agungkan Nazi sebagai ras manusia paling unggul di dunia. Dugaan bahwa Hitler merupakan keturunan
Yahudi bukan kali ini saja muncul ke permukaan.
Ayahnya, Alois Hitler diketahui mempunyai anak
dari hubungannya dengan Maria Schickelgruber
yang kemudian dikenal sebagai seorang tokoh
Yahudi bernama Leopold Frankenberger.
Tuesday, 24 August 2010
Terperangkap Di Tubuh Yang Salah
Buckinghamshire, Menjadi seorang transeksual tidaklah mudah dan harus rela mendapat banyak
cemooh dari masyarakat. Tapi tak bisa dipungkiri,
orang-orang tersebut juga merasa terperangkap
di tubuh yang salah sebelum memutuskan untuk
operasi ganti kelamin. Salah satunya adalah Delia Johnstone, seorang
transeksual asal Milton Keynes, Buckinghamshire.
Sosoknya yang tinggi ramping, mengenakan rok
blus nan cantik, ditambah dengan gaya rambut
dan make up yang elegan, tak sepenuhnya
membuat Delia diterima sebagai seorang wanita. Delia yang kini berusia 55 tahun, terlahir dengan
nama David. Tapi sejak masih anak-anak, ia selalu
merasa terperangkap di tubuh yang salah, sebagai
seorang laki-laki. "Dari usia yang sangat muda, sekitar delapan
tahun, saya tahu bahwa saya sangat berbeda dari
anak-anak lainnya. Setiap kali saya bercermin,
saya selalu benci dengan apa yang saya lihat di
cermin. Tapi saya tidak tahu mengapa saya
merasa seperti itu," tutur Delia, seperti dilansir dari Independent, Senin (23/8/2010). Menurut Delia, neneknya adalah satu-satunya
orang yang menyadari ada sesuatu yang salah
pada dirinya. "Kamu bukanlah dirimu yang
sebenarnya, itu yang selalu ia katakan, tapi saya
tak tahu mengapa," jelas Delia. Delia mengaku, tidak mengerti mengapa ia sangat
suka menyelinap ke kamar kakak perempuannya
dan mencoba baju-baju di lemari kakaknya
tersebut. Delia kecil alias David, juga harus berjuang
dengan disleksia (ketidakmampuan untuk
membaca dan mengeja) yang tidak terdiagnosis.
Ia frustasi karena dicap bodoh oleh guru-gurunya
yang tidak mengerti dengan kondisi yang
dideritanya. Berbeda dengan teman-temannya, ditambah lagi
dengan perasaan 'serba salah' membuat David
memberontak dan berkelakuan buruk. Dia
dikeluarkan dari sekolah dan dikirim ke sekolah
asrama putra khusus bagi anak nakal. Baru sejam setelah diantar oleh orangtuanya ke
sekolah asrama tersebut, David sudah diserang
dengan pisau berbentuk balpoin oleh siswa
penghuni asrama. "Kekerasan memang menjadi ciri khas kehidupan
sehari-hari di sekolah itu, tapi hal itu mengajarkan
saya untuk mampu melindungi diri sendiri,"
kenang Delia. Dengan kondisi yang ada di sekolah tersebut, ia
berharap dapat terbangun dari tidur dengan
perasaan normal sebagai laki-laki, tapi ternyata hal
tersebut tidak terjadi. Suatu hari, ketika David ditinggal sendiri di rumah
selama seminggu oleh orangtua dan saudara-
saudaranya, ia menghabiskan waktunya
berpakaian sebagai wanita. "Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya merasa
santai dan merasa bahwa itu adalah benar-benar
saya. Saat itulah saya menyadari semuanya,"
ungkap Delia. Dengan usianya yang terus bertambah, David
semakin merasa frustasi. Dan ketika berusia 20-an
tahun, ia menemukan bahwa ia bukanlah satu-
satunya orang yang merasa 'terperangkap' seperti
ini. Tapi ia juga menemukan bahwa orang-orang
sepertinya akan selalu dicap aneh, menyimpang
dan juga dihantui rasa malu yang luar biasa. Ia
kemudian memutuskan untuk menerima bahwa ia
berada di tubuh yang salah. David menikah dan memiliki dua anak, tapi
hidupnya sebagian besar terbuang dalam kepura-
puraan. "Saya pikir dulu saya jatuh cinta, saya ingin jatuh
cinta. Tapi sekarang saya sadar, perasaan itu
hanyalah karena saya ingin memiliki teman,"
jelasnya. David menikah di St Lucia, di pantai yang indah
dan sangat romantis. Ketika ia menatap mata
calon istrinya dan mengatakan sumpah, ia tahu
bahwa ia sedang berbohong. Tapi ia tak punya
pilihan. "Saya sangat berjuang dalam kehidupan seks
kami. Saya dulu mencoba apapun untuk
menghindari berhubungan seks, tapi tetap saja
kami memiliki dua anak, putra dan putri," tutur
Delia. David akhirnya bercerai dengan istrinya dua tahun
yang lalu dan anak-anak memutuskan untuk
tinggal bersamanya. Beruntungnya, David sangat
menyayangi anak-anaknya. "Pada September tahun lalu, setelah anak-anak
mulai memasuki bangku kuliah, hal-hal aneh
mulai masuk ke kepala saya. Saya sampai di titik di
mana saya sudah tidak bisa lagi tinggal di tubuh
yang salah itu. Tapi saya juga tahu bahwa orang
yang memilih untuk menjadi transeksual akan kehilangan semuanya, pekerja, keluarga dan
semua kehidupan saya," ujar Delia. David saat itu sadar bahwa bila ia egois mengikuti
kemauannya, pasti akan menakutkan bagi anak-
anaknya. Tapi ia sudah tidak sanggup untuk
bertahan lebih lama lagi sebagai seorang laki-laki. David sempat merencanakan bunuh diri dengan
cara yang sangat cermat. Tapi di menit-menit
terakhir, ketika ia sudah mulai mengencangkan
ikatan tali di lehernya, ia sadar bahwa ada cara lain
yang mungkin bisa berhasil untuk dapat membuat
anak-anak menerima kondisinya. Kejadian itu akhirnya memicu David untuk
membeli obat hormon wanita di internet. Dan tiga
bulan kemudian, tepatnya bulan Desember 2009,
ia memiliki keberanian untuk mengunjungi dokter. Dengan obat hormon tersebut, kulitnya menjadi
halus dan mulus, ia pun tampak 10 tahun lebih
muda dari usia sebenarnya. "Obat itu bertindak lebih cepat daripada yang saya
pikirkan. Dan setelah tiga bulan, anak-anak libur
dan kembali ke rumah. Saat itu, payudara saya
sudah mulai tumbuh meski tidak begitu besar.
Dan saat itu saya rasa sudah saatnya memberi
tahu anak-anak," kenangnya. Delia tahu bahwa ketika David memberi tahu
anak-anak tentang sesuatu yang penting, anak-
anak akan mengira bahwa ia gay. Putrinya
menolak untuk bertemu dengannya, namun
putranya menerima berita itu dengan sikap tabah
yang wajar dan pergi untuk memberitahu adiknya. Delia menuturkan, sikap kedua anaknya sekarang
menunjukkan bahwa mereka masih berjuang,
namun anak-anaknya tersebut tetap mendukung
dan menyayanginya. Dan sejak 1 Januari 2010, David memutuskan
untuk melakukan operasi ganti kelamin dan
mengganti namanya dari David Francis Johnstone
menjadi Delia Frances Johnstone. Delia kini hidup dan berpakaian sebagai seorang
wanita. Ia juga terus mengonsumsi obat hormon
wanita dan melakukan suntik setiap tiga bulan
sekali untuk menekan hormon laki-lakinya.
cemooh dari masyarakat. Tapi tak bisa dipungkiri,
orang-orang tersebut juga merasa terperangkap
di tubuh yang salah sebelum memutuskan untuk
operasi ganti kelamin. Salah satunya adalah Delia Johnstone, seorang
transeksual asal Milton Keynes, Buckinghamshire.
Sosoknya yang tinggi ramping, mengenakan rok
blus nan cantik, ditambah dengan gaya rambut
dan make up yang elegan, tak sepenuhnya
membuat Delia diterima sebagai seorang wanita. Delia yang kini berusia 55 tahun, terlahir dengan
nama David. Tapi sejak masih anak-anak, ia selalu
merasa terperangkap di tubuh yang salah, sebagai
seorang laki-laki. "Dari usia yang sangat muda, sekitar delapan
tahun, saya tahu bahwa saya sangat berbeda dari
anak-anak lainnya. Setiap kali saya bercermin,
saya selalu benci dengan apa yang saya lihat di
cermin. Tapi saya tidak tahu mengapa saya
merasa seperti itu," tutur Delia, seperti dilansir dari Independent, Senin (23/8/2010). Menurut Delia, neneknya adalah satu-satunya
orang yang menyadari ada sesuatu yang salah
pada dirinya. "Kamu bukanlah dirimu yang
sebenarnya, itu yang selalu ia katakan, tapi saya
tak tahu mengapa," jelas Delia. Delia mengaku, tidak mengerti mengapa ia sangat
suka menyelinap ke kamar kakak perempuannya
dan mencoba baju-baju di lemari kakaknya
tersebut. Delia kecil alias David, juga harus berjuang
dengan disleksia (ketidakmampuan untuk
membaca dan mengeja) yang tidak terdiagnosis.
Ia frustasi karena dicap bodoh oleh guru-gurunya
yang tidak mengerti dengan kondisi yang
dideritanya. Berbeda dengan teman-temannya, ditambah lagi
dengan perasaan 'serba salah' membuat David
memberontak dan berkelakuan buruk. Dia
dikeluarkan dari sekolah dan dikirim ke sekolah
asrama putra khusus bagi anak nakal. Baru sejam setelah diantar oleh orangtuanya ke
sekolah asrama tersebut, David sudah diserang
dengan pisau berbentuk balpoin oleh siswa
penghuni asrama. "Kekerasan memang menjadi ciri khas kehidupan
sehari-hari di sekolah itu, tapi hal itu mengajarkan
saya untuk mampu melindungi diri sendiri,"
kenang Delia. Dengan kondisi yang ada di sekolah tersebut, ia
berharap dapat terbangun dari tidur dengan
perasaan normal sebagai laki-laki, tapi ternyata hal
tersebut tidak terjadi. Suatu hari, ketika David ditinggal sendiri di rumah
selama seminggu oleh orangtua dan saudara-
saudaranya, ia menghabiskan waktunya
berpakaian sebagai wanita. "Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya merasa
santai dan merasa bahwa itu adalah benar-benar
saya. Saat itulah saya menyadari semuanya,"
ungkap Delia. Dengan usianya yang terus bertambah, David
semakin merasa frustasi. Dan ketika berusia 20-an
tahun, ia menemukan bahwa ia bukanlah satu-
satunya orang yang merasa 'terperangkap' seperti
ini. Tapi ia juga menemukan bahwa orang-orang
sepertinya akan selalu dicap aneh, menyimpang
dan juga dihantui rasa malu yang luar biasa. Ia
kemudian memutuskan untuk menerima bahwa ia
berada di tubuh yang salah. David menikah dan memiliki dua anak, tapi
hidupnya sebagian besar terbuang dalam kepura-
puraan. "Saya pikir dulu saya jatuh cinta, saya ingin jatuh
cinta. Tapi sekarang saya sadar, perasaan itu
hanyalah karena saya ingin memiliki teman,"
jelasnya. David menikah di St Lucia, di pantai yang indah
dan sangat romantis. Ketika ia menatap mata
calon istrinya dan mengatakan sumpah, ia tahu
bahwa ia sedang berbohong. Tapi ia tak punya
pilihan. "Saya sangat berjuang dalam kehidupan seks
kami. Saya dulu mencoba apapun untuk
menghindari berhubungan seks, tapi tetap saja
kami memiliki dua anak, putra dan putri," tutur
Delia. David akhirnya bercerai dengan istrinya dua tahun
yang lalu dan anak-anak memutuskan untuk
tinggal bersamanya. Beruntungnya, David sangat
menyayangi anak-anaknya. "Pada September tahun lalu, setelah anak-anak
mulai memasuki bangku kuliah, hal-hal aneh
mulai masuk ke kepala saya. Saya sampai di titik di
mana saya sudah tidak bisa lagi tinggal di tubuh
yang salah itu. Tapi saya juga tahu bahwa orang
yang memilih untuk menjadi transeksual akan kehilangan semuanya, pekerja, keluarga dan
semua kehidupan saya," ujar Delia. David saat itu sadar bahwa bila ia egois mengikuti
kemauannya, pasti akan menakutkan bagi anak-
anaknya. Tapi ia sudah tidak sanggup untuk
bertahan lebih lama lagi sebagai seorang laki-laki. David sempat merencanakan bunuh diri dengan
cara yang sangat cermat. Tapi di menit-menit
terakhir, ketika ia sudah mulai mengencangkan
ikatan tali di lehernya, ia sadar bahwa ada cara lain
yang mungkin bisa berhasil untuk dapat membuat
anak-anak menerima kondisinya. Kejadian itu akhirnya memicu David untuk
membeli obat hormon wanita di internet. Dan tiga
bulan kemudian, tepatnya bulan Desember 2009,
ia memiliki keberanian untuk mengunjungi dokter. Dengan obat hormon tersebut, kulitnya menjadi
halus dan mulus, ia pun tampak 10 tahun lebih
muda dari usia sebenarnya. "Obat itu bertindak lebih cepat daripada yang saya
pikirkan. Dan setelah tiga bulan, anak-anak libur
dan kembali ke rumah. Saat itu, payudara saya
sudah mulai tumbuh meski tidak begitu besar.
Dan saat itu saya rasa sudah saatnya memberi
tahu anak-anak," kenangnya. Delia tahu bahwa ketika David memberi tahu
anak-anak tentang sesuatu yang penting, anak-
anak akan mengira bahwa ia gay. Putrinya
menolak untuk bertemu dengannya, namun
putranya menerima berita itu dengan sikap tabah
yang wajar dan pergi untuk memberitahu adiknya. Delia menuturkan, sikap kedua anaknya sekarang
menunjukkan bahwa mereka masih berjuang,
namun anak-anaknya tersebut tetap mendukung
dan menyayanginya. Dan sejak 1 Januari 2010, David memutuskan
untuk melakukan operasi ganti kelamin dan
mengganti namanya dari David Francis Johnstone
menjadi Delia Frances Johnstone. Delia kini hidup dan berpakaian sebagai seorang
wanita. Ia juga terus mengonsumsi obat hormon
wanita dan melakukan suntik setiap tiga bulan
sekali untuk menekan hormon laki-lakinya.
Monday, 23 August 2010
10 Pengkhianat Paling Top
10. Guy Fawkes Guy Fawkes adalah anggota kelompok revolusioner Katolik
Roma yang bersekongkol melawan kaum bangsawan Inggris
di tahun 1605. Usahanya untuk meledakkan Gedung
Parlamen yang di dalamnya terdapat Raja James I beserta
keluarganya juga kaum bangsawan Protestan berhasil
digagalkan oleh pihak yang berwenang. Dan dia tertangkap. Sebenarnya Fawkes dan koleganya telah
menyusun sebuah rencana yang sangat matang, memakai
gudang bawah tanah di bawah “The House of Lords” (nama gedung parlemennya) sebagai markas mereka dan
menyembunyikan lebih dari ½ ton bahan peledak di sebuah
tempat tersembunyi.
Tujuannya dari semua ini, Fawkes dan rekan-rekannya
menginginkan longgarnya pengaruh kerajaan Spanyol atas
urusan Inggris. Di bawah penyiksaan pun, dia menolak untuk menyebutkan nama kawan-kawannya sampai dia yakin
mereka sudah mengaku.
Dia dijatuhi hukuman, digantung, ditenggelamkan, dan
tubuhnya dibagi menjadi empat di tahun 1606, tetapi di
panggung hukuman dia berhasil mengelabui algojo, lompat
dan akhirnya mati karena lehernya patah akibat lompatannya, di ujung kematiannya dia tetap “licin”. Cerita dari si Fawkes ini menjadi referensi di film “V for Vendetta”. Hari ini pemberontakan Guy Fawkes diperingati orang Inggris setiap tanggal 5 November, nama
peringatannya “Bonfire Night”. 9. Robert Hanssen Hanssen tumbuh di kehidupan keluarga yang tidak normal,
sering dipukul oleh bapaknya. Dia memulai karir sebagai
seorang polisi di Chicago, lalu keluar untuk mengejar karir
sebagai Agen Spesial FBI pada tahun 1976.
Hanssen mempunyai kebiasaan aneh, yaitu merekam
aktivitas sex dengan istrinya sendiri dan memperlihatkannya ke tetangga mereka, sangat di luar kebiasaan. Pada tahun
1979, dia dilibatkan dengan kontraintelijen FBI, dan ini
membuka jalan bagi seseorang “penjual Negara” di dalam sejarah Amerika.
Pada tahun 1983, Hanssen beralih kepada kesatuan spionase
untuk Uni Soviet dalam FBI. Menggunakan pengetahuannya
pada komputer, penyadapan telepon, dan pengawasan
elektronik, dia berulangkali menjual info daftar agen ganda
FBI dan info spionase lain kepada agen KGB untuk mendapatkan uang.
Hanssen dilaporkan ke FBI oleh ipar laki-lakinya sendiri, Mike
Hauck. Sekarang ini dia menjalani hukuman penjara seumur
hidup, di ADX Florence, Colorado. Kisah nyatanya ada di film
yang berjudul “Breach”. 8. Jane Fonda Jane Fonda tumbuh secara bergelimpangan di Hollywood.
Setelah dengan mudah masuk di dunia film (mungkin karena
dia anak bintang jadul Henry Fonda), Jane menjadi aktivis
yang sangat kontroversial di mata para veteran Amerika di
perang Vietnam (termasuk Jon McCain , Capres Amerika).
Pada saat perang tersebut Jane sangat bersimpati pada pihak Vietnam Utara, berpose dengan senapan anti pesawat
mereka dan sangat tidak percaya bahwa beberapa tentara
Amerika yang dijumpai dan ditanyai di kamp tahanan
Vietnam Utara mendapat perlakuan yang kejam dari “teman- temannya” para Vietnam Utara. Dia lebih percaya apa yang diomongin tentara Vietkong
daripada omongan bangsanya sendiri. Banyak veteran setelah
perang usai ingin menuntut Jane atas pengkhianatannya ini,
tetap sebagai orang yang berduit dia berhasil luput dari
hukuman atas kesalahannya memihak Vietnam Utara pada
waktu itu. Sekarang dia mengatakan menyesali perbuatannya, tetapi para veteran masih berat
memaafkannya. 7. Brutus Kemenakan laki-laki dari Julius Caesar, Marcus Junius Brutus.
Brutus bergabung dengan Senat di Roma setelah awal
karirnya sangat sukses sebagai seorang rentenir.
Pada hari pembunuhan Julius Caesar, ada desas-desus bahwa
rencana itu sudah diketahui, dan banyak konspirator waspada
karenanya. Istri Brutus bahkan meminta dengan sangat padanya untuk menjauhi Senat pada siang itu.
Brutus tidak peduli, dan berbohong bahwa dia ingin
menunggu pamannya, beserta sekelompok senator yang
kemudian menyerang Caesar dengan tangan kosong mereka.
Kutipan terkenal, “Et tu, Brutus?” (kamu juga, Brutus?) diucapkan oleh Caesar sewaktu dia melihat pengkhianatan
yang dilakukan oleh kemenakan laki-lakinya sendiri.
Pembunuh menyerang Julius Caesar begitu buas, dengan
adanyaa luka-luka pada tubuh mereka sendiri. Brutus bunuh
diri sesudah kalah pada Pertempuran kedua Philippi pada
tahun 42 BC. 6. Wang Jingwei Dianggap sebagai pengkhianat yang paling luar biasa dalam
sejarah China, lahir pada tahun 1833, menginjak usia 21
tahun, dia bersekolah di Jepang, di mana dia bertemu dengan
Dr. Sun Yat Sen yang juga merupakan mentornya.
Di bawah pengaruh Dr Sun, dia mulai berpartisipasi di dalam
rencana melawan pemerintahan termasuk percobaan pembunuhan pejabat Manchu di Beijing yang gagal.
Jang di penjara sampai pemberontakan Wuchang pada tahun
1911, sesudah itu, pada 1925 dia menjadi penerus Dr. Sun
sebagai Presiden sementara ROC, setelah Dr. Sun wafat
(Presiden sementara ROC).
Wang tidak bisa mempertahankan kekuasaanya, dengan adanya faksi militer Jiang Jieshi (Chiang Kai Sek) yang
merebutnya di tahun itu. Ketika Nanjing jatuh ke orang
Jepang pada 1937, Wang memulai pengkhianatannya dengan
bekerja sama dengan pemerintah Jepang.
Dia mendukung rencana Jepang untuk menguasai China.
Waktu China di dalam masa-masa gawat dan memerlukan tenaganya, Jingwei malah bergabung dengan orang Jepang
yang merupakan pihak penjajah. Wang meninggal sebelum
dia bisa menyaksikan kekalahan Jepang oleh angkatan
perang Sekutu di PD II. 5. The Rosenbergs Menjual rahasia atom kepada orang Rusia selama Perang
Dingin. Pasangan Rosenbergs rela melakukan apa saja untuk
memajukan kepercayaan Komunis mereka. Julius dan Ethel
Rosenberg bergabung dengan Partai Komunis sampai tahun
1943, ketika dengan tiba-tiba mereka kelihatan seperti
mundur dari aktivitas politik. Ini juga sama dengan tahun dimana mereka bekerjasama
dengan mata-mata super Uni Soviet, Feliksov. Julius
Rosenberg terlibat dalam urusan spionase melawan
pemerintah Amerika, dia bertindak mencuri informasi
rahasia dan menukarnya dengan orang Rusia, dan mencari
rekrutan baru untuk mata-mata USSR. Dia ditangkap sewaktu bercukur pada satu pagi tahun 1950. Dia dan
istrinya, Ethel, dihukum mati pada 19 Juni, 1953. 4. Benedict Arnold Benedict Arnold adalah seorang jenderal Amerika pada masa
Revolusi Amerika sampai dia memutuskan untuk bergabung
ke Inggris. Lahir di Connecticut pada Januari 1741, dia datang
dari latar belakang keluarga susah, dimana keluarganya
berjuang agar bisa keluar dari kemiskinan dan kesukaran.
Selalu dikenal sebagai anak yang bermasalah, setelah dewasa menonjol di militer. Dari permulaan awal sebagai
seorang pahlawan perang dan patriot sejati, Arnold
bersekongkol untuk menyerahkan benteng Amerika di West
Point, New York kepada Inggris Rencananya gagal dan dia
dipukul mundur dan lari ke laut.
Di Inggris dia juga tidak diterima karena orang-orang Inggris juga mencurigai laki-laki yang mengkhianati negaranya
sendiri begitu mudah. Dia meninggal di dalam kemiskinan di
Kanada pada 1801. 3. Aldrich Ames Ames memasuki Kedutaan Besar Uni Soviet di Washington
pada 1985 dan menawarkan diri untuk berbisnis rahasia
dengan Amerika untuk satu alasan, yaitu uang.
Dia adalah seorang pecandu alkohol dan mempunyai istri
kedua yang matre, bernama Rosario yang sering
menghabiskan gajinya dari CIA. Untuk memberikan segala kebutuhan dari istrinya ini, dia bersedia melakukan banyak
kerugian pada pemerintah AS dengan memberikan nama
mata-mata Amerika dan informasi kontraintelijen lainnya.
Setidaknya dia membahayakan lebih dari 100 buah operasi
dari militer AS. Dia mendapatakan 4.6 juta dolar dari
usahanya ini dan 10 orang agen Amerika tewas karena ketahuan oleh Sovyet.
Dia ditangkap karena ada kecurigaan dari CIA dengan gaji $
60.000 setahun bisa menghasilkan sebuah rumah seharga $
400.000, mobil jaguar seharga $60.000 dan tagihan telepon
istrinya yang $6.000 sebulan.
Dia ditangkap dan dijatuhi hukuman seumur hidup, istrinya Rosario dideportasi ke Amerika Selatan. Pada game Metal
Gear Solid 2 – Sons of Liberty, Raiden bertemu dengan seorang secret service yang bernama Richard Ames. 2. Vidkun Quisling Awalnya Quisling tidak diperhitungkan sampai dia
membentuk Partai Persatuan Nasional pada tahun 1933. Dia
mencintai Hitler dan merupakan seorang yang percaya teguh
pada doktrin Fasisme.
Quisling, seorang jenderal militer, bertemu dengan Hitler dan
meyakinkan dia mempunyai seluruh informasi tentang strategi militer Norwegia. Ketika Jerman menginvansi,
Quisling diangkat menjadi perdana menteri “boneka”, sewaktu pejabat pemerintah yang asli dipecat, bubar dan lari.
Warganegara Norwegia sangat jijik dengan
pengangkatannya, dan memberontak agar dia mengundurkan
diri. Namun, Hitler mensupportnya pada jabatannya itu.
Kegagalan sebagai seorang politikus, Quisling sering
membuat kesalahan sendiri, bahkan di mata pihak Nazi. Setelah penyerahan Jerman di Norwegia, Quisling diadili dan
juga atas kematian sebanyak 1000 orang Yahudi selama
perang. Dia dihukum mati pada tahun 1945. 1. Judas Iscariot Judas mengkhianati Yesus untuk bekerjasama dengan pihak
yang berwewenang Roma. Anggota 12 murid ini
mengkhianati temannya untuk sejumlah uang – tiga puluh keping perak. Judas mengatur tanda istimewa untuk
memberitahukan identitas Yesus kepada yang berwewenang.
Roma yang bersekongkol melawan kaum bangsawan Inggris
di tahun 1605. Usahanya untuk meledakkan Gedung
Parlamen yang di dalamnya terdapat Raja James I beserta
keluarganya juga kaum bangsawan Protestan berhasil
digagalkan oleh pihak yang berwenang. Dan dia tertangkap. Sebenarnya Fawkes dan koleganya telah
menyusun sebuah rencana yang sangat matang, memakai
gudang bawah tanah di bawah “The House of Lords” (nama gedung parlemennya) sebagai markas mereka dan
menyembunyikan lebih dari ½ ton bahan peledak di sebuah
tempat tersembunyi.
Tujuannya dari semua ini, Fawkes dan rekan-rekannya
menginginkan longgarnya pengaruh kerajaan Spanyol atas
urusan Inggris. Di bawah penyiksaan pun, dia menolak untuk menyebutkan nama kawan-kawannya sampai dia yakin
mereka sudah mengaku.
Dia dijatuhi hukuman, digantung, ditenggelamkan, dan
tubuhnya dibagi menjadi empat di tahun 1606, tetapi di
panggung hukuman dia berhasil mengelabui algojo, lompat
dan akhirnya mati karena lehernya patah akibat lompatannya, di ujung kematiannya dia tetap “licin”. Cerita dari si Fawkes ini menjadi referensi di film “V for Vendetta”. Hari ini pemberontakan Guy Fawkes diperingati orang Inggris setiap tanggal 5 November, nama
peringatannya “Bonfire Night”. 9. Robert Hanssen Hanssen tumbuh di kehidupan keluarga yang tidak normal,
sering dipukul oleh bapaknya. Dia memulai karir sebagai
seorang polisi di Chicago, lalu keluar untuk mengejar karir
sebagai Agen Spesial FBI pada tahun 1976.
Hanssen mempunyai kebiasaan aneh, yaitu merekam
aktivitas sex dengan istrinya sendiri dan memperlihatkannya ke tetangga mereka, sangat di luar kebiasaan. Pada tahun
1979, dia dilibatkan dengan kontraintelijen FBI, dan ini
membuka jalan bagi seseorang “penjual Negara” di dalam sejarah Amerika.
Pada tahun 1983, Hanssen beralih kepada kesatuan spionase
untuk Uni Soviet dalam FBI. Menggunakan pengetahuannya
pada komputer, penyadapan telepon, dan pengawasan
elektronik, dia berulangkali menjual info daftar agen ganda
FBI dan info spionase lain kepada agen KGB untuk mendapatkan uang.
Hanssen dilaporkan ke FBI oleh ipar laki-lakinya sendiri, Mike
Hauck. Sekarang ini dia menjalani hukuman penjara seumur
hidup, di ADX Florence, Colorado. Kisah nyatanya ada di film
yang berjudul “Breach”. 8. Jane Fonda Jane Fonda tumbuh secara bergelimpangan di Hollywood.
Setelah dengan mudah masuk di dunia film (mungkin karena
dia anak bintang jadul Henry Fonda), Jane menjadi aktivis
yang sangat kontroversial di mata para veteran Amerika di
perang Vietnam (termasuk Jon McCain , Capres Amerika).
Pada saat perang tersebut Jane sangat bersimpati pada pihak Vietnam Utara, berpose dengan senapan anti pesawat
mereka dan sangat tidak percaya bahwa beberapa tentara
Amerika yang dijumpai dan ditanyai di kamp tahanan
Vietnam Utara mendapat perlakuan yang kejam dari “teman- temannya” para Vietnam Utara. Dia lebih percaya apa yang diomongin tentara Vietkong
daripada omongan bangsanya sendiri. Banyak veteran setelah
perang usai ingin menuntut Jane atas pengkhianatannya ini,
tetap sebagai orang yang berduit dia berhasil luput dari
hukuman atas kesalahannya memihak Vietnam Utara pada
waktu itu. Sekarang dia mengatakan menyesali perbuatannya, tetapi para veteran masih berat
memaafkannya. 7. Brutus Kemenakan laki-laki dari Julius Caesar, Marcus Junius Brutus.
Brutus bergabung dengan Senat di Roma setelah awal
karirnya sangat sukses sebagai seorang rentenir.
Pada hari pembunuhan Julius Caesar, ada desas-desus bahwa
rencana itu sudah diketahui, dan banyak konspirator waspada
karenanya. Istri Brutus bahkan meminta dengan sangat padanya untuk menjauhi Senat pada siang itu.
Brutus tidak peduli, dan berbohong bahwa dia ingin
menunggu pamannya, beserta sekelompok senator yang
kemudian menyerang Caesar dengan tangan kosong mereka.
Kutipan terkenal, “Et tu, Brutus?” (kamu juga, Brutus?) diucapkan oleh Caesar sewaktu dia melihat pengkhianatan
yang dilakukan oleh kemenakan laki-lakinya sendiri.
Pembunuh menyerang Julius Caesar begitu buas, dengan
adanyaa luka-luka pada tubuh mereka sendiri. Brutus bunuh
diri sesudah kalah pada Pertempuran kedua Philippi pada
tahun 42 BC. 6. Wang Jingwei Dianggap sebagai pengkhianat yang paling luar biasa dalam
sejarah China, lahir pada tahun 1833, menginjak usia 21
tahun, dia bersekolah di Jepang, di mana dia bertemu dengan
Dr. Sun Yat Sen yang juga merupakan mentornya.
Di bawah pengaruh Dr Sun, dia mulai berpartisipasi di dalam
rencana melawan pemerintahan termasuk percobaan pembunuhan pejabat Manchu di Beijing yang gagal.
Jang di penjara sampai pemberontakan Wuchang pada tahun
1911, sesudah itu, pada 1925 dia menjadi penerus Dr. Sun
sebagai Presiden sementara ROC, setelah Dr. Sun wafat
(Presiden sementara ROC).
Wang tidak bisa mempertahankan kekuasaanya, dengan adanya faksi militer Jiang Jieshi (Chiang Kai Sek) yang
merebutnya di tahun itu. Ketika Nanjing jatuh ke orang
Jepang pada 1937, Wang memulai pengkhianatannya dengan
bekerja sama dengan pemerintah Jepang.
Dia mendukung rencana Jepang untuk menguasai China.
Waktu China di dalam masa-masa gawat dan memerlukan tenaganya, Jingwei malah bergabung dengan orang Jepang
yang merupakan pihak penjajah. Wang meninggal sebelum
dia bisa menyaksikan kekalahan Jepang oleh angkatan
perang Sekutu di PD II. 5. The Rosenbergs Menjual rahasia atom kepada orang Rusia selama Perang
Dingin. Pasangan Rosenbergs rela melakukan apa saja untuk
memajukan kepercayaan Komunis mereka. Julius dan Ethel
Rosenberg bergabung dengan Partai Komunis sampai tahun
1943, ketika dengan tiba-tiba mereka kelihatan seperti
mundur dari aktivitas politik. Ini juga sama dengan tahun dimana mereka bekerjasama
dengan mata-mata super Uni Soviet, Feliksov. Julius
Rosenberg terlibat dalam urusan spionase melawan
pemerintah Amerika, dia bertindak mencuri informasi
rahasia dan menukarnya dengan orang Rusia, dan mencari
rekrutan baru untuk mata-mata USSR. Dia ditangkap sewaktu bercukur pada satu pagi tahun 1950. Dia dan
istrinya, Ethel, dihukum mati pada 19 Juni, 1953. 4. Benedict Arnold Benedict Arnold adalah seorang jenderal Amerika pada masa
Revolusi Amerika sampai dia memutuskan untuk bergabung
ke Inggris. Lahir di Connecticut pada Januari 1741, dia datang
dari latar belakang keluarga susah, dimana keluarganya
berjuang agar bisa keluar dari kemiskinan dan kesukaran.
Selalu dikenal sebagai anak yang bermasalah, setelah dewasa menonjol di militer. Dari permulaan awal sebagai
seorang pahlawan perang dan patriot sejati, Arnold
bersekongkol untuk menyerahkan benteng Amerika di West
Point, New York kepada Inggris Rencananya gagal dan dia
dipukul mundur dan lari ke laut.
Di Inggris dia juga tidak diterima karena orang-orang Inggris juga mencurigai laki-laki yang mengkhianati negaranya
sendiri begitu mudah. Dia meninggal di dalam kemiskinan di
Kanada pada 1801. 3. Aldrich Ames Ames memasuki Kedutaan Besar Uni Soviet di Washington
pada 1985 dan menawarkan diri untuk berbisnis rahasia
dengan Amerika untuk satu alasan, yaitu uang.
Dia adalah seorang pecandu alkohol dan mempunyai istri
kedua yang matre, bernama Rosario yang sering
menghabiskan gajinya dari CIA. Untuk memberikan segala kebutuhan dari istrinya ini, dia bersedia melakukan banyak
kerugian pada pemerintah AS dengan memberikan nama
mata-mata Amerika dan informasi kontraintelijen lainnya.
Setidaknya dia membahayakan lebih dari 100 buah operasi
dari militer AS. Dia mendapatakan 4.6 juta dolar dari
usahanya ini dan 10 orang agen Amerika tewas karena ketahuan oleh Sovyet.
Dia ditangkap karena ada kecurigaan dari CIA dengan gaji $
60.000 setahun bisa menghasilkan sebuah rumah seharga $
400.000, mobil jaguar seharga $60.000 dan tagihan telepon
istrinya yang $6.000 sebulan.
Dia ditangkap dan dijatuhi hukuman seumur hidup, istrinya Rosario dideportasi ke Amerika Selatan. Pada game Metal
Gear Solid 2 – Sons of Liberty, Raiden bertemu dengan seorang secret service yang bernama Richard Ames. 2. Vidkun Quisling Awalnya Quisling tidak diperhitungkan sampai dia
membentuk Partai Persatuan Nasional pada tahun 1933. Dia
mencintai Hitler dan merupakan seorang yang percaya teguh
pada doktrin Fasisme.
Quisling, seorang jenderal militer, bertemu dengan Hitler dan
meyakinkan dia mempunyai seluruh informasi tentang strategi militer Norwegia. Ketika Jerman menginvansi,
Quisling diangkat menjadi perdana menteri “boneka”, sewaktu pejabat pemerintah yang asli dipecat, bubar dan lari.
Warganegara Norwegia sangat jijik dengan
pengangkatannya, dan memberontak agar dia mengundurkan
diri. Namun, Hitler mensupportnya pada jabatannya itu.
Kegagalan sebagai seorang politikus, Quisling sering
membuat kesalahan sendiri, bahkan di mata pihak Nazi. Setelah penyerahan Jerman di Norwegia, Quisling diadili dan
juga atas kematian sebanyak 1000 orang Yahudi selama
perang. Dia dihukum mati pada tahun 1945. 1. Judas Iscariot Judas mengkhianati Yesus untuk bekerjasama dengan pihak
yang berwewenang Roma. Anggota 12 murid ini
mengkhianati temannya untuk sejumlah uang – tiga puluh keping perak. Judas mengatur tanda istimewa untuk
memberitahukan identitas Yesus kepada yang berwewenang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
