Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menerima salinan putusan perkara susu berbakteri. Selanjutnya, pengadilan akan memberitahukan para pihak terkait putusan ini. "Baru tiba jam 11 . 00 tadi , " kata Juru Bicara PN Jakarta Pusat , Suwidya, saat dihubungi VIVAnews .com , Jumat , 18 Februari 2011 .
Menurut Suwidya, pengadilan akan memberitahukannya kepada pengacara David Tobing , Kementerian Kesehatan, IPB, dan BPOM. " Dan meminta kepada pihak terkait untuk mengambil salinan putusan. "
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan Humas MA , Nurhadi , menjelaskan setelah salinan diterima pihak terkait, kelanjutan perkara itu tergantung dari David Tobing . "Apakah dia akan mengajukan permohohan eksekusi atau tidak. Jika diajukan , maka pengadilan akan menetapkan sita eksekusi, " ujarnya .
Salinan putusan ini menjadi alasan Kementerian Kesehatan, IPB, dan BPOM untuk tidak mengumumkan merek susu formula yang diduga mengandung bakteri. Di hadapan DPR, pihak IPB pun menegaskan tidak akan mengungkapkannya.
Kasus ini bermula dari penelitian yang diketuai oleh Dr . Sri Estuningsih yang dipublikasikan melalui situs Institut Pertanian Bogor ( www. ipb . ac. id ) pada 17 Februari 2008 . Kesimpulan penelitian tersebut , di Indonesia beredar susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi Enterobacter Sakazakii yang dapat menghasilkan enterotoksin tahan panas yang menyebabkan terjadinya enteritis , sepsis dan meningitis pada model anak mencit neonatus. Namun , IPB hanya mempublikasikan kesimpulan penelitian tersebut .
Soal produk susu formula apa saja yang telah terkontaminasi , tidak dipublikasikan . Atas dasar itu , David Tobing mengajukan gugatan ke pengadilan. Dia meminta agar pihak -pihak terkait mengumumkan hasil penelitian tersebut . Dari pengadilan negeri, pengadilan tinggi hingga keputusan kasasi di Mahkamah Agung, David memenangkan perkara ini.
Keputusan dari Mahkamah Agung itu terbit tanggal 26 April 2010. Dalam amar putusan, majelis hakim yang dipimpin Ketua MA, Harifin Tumpa memutuskan bahwa penelitian yang menyangkut kepentingan publik haruslah diumumkan.
sumber: VIVAnews
Friday, 18 February 2011
Libya Blokir Jejaring Sosial
Seiring meningkatnya penggunaan Facebook dan Twitter oleh warga Libya yang terilhami Mesir , pemerintah negeri Muammar Khadafi yang berkuasa sejak 1969 itu pun melakukan hal yang sama, yakni memblokir situs-situs social media.
Laporan kantor berita Bloomberg dan CNN menyebutkan, jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sempat diblokir selama beberapa jam ketika gelombang protes mulai bergolak Rabu pekan ini. Melalui SMS , pemerintah Libya juga menyebarkan pesan yang mengancam gerakan protes melalui social media.
Beberapa laporan lain menyebutkan , setelah ancaman itu, layanan SMS , koneksi internet dan telepon mulai sulit diakses . Sementara itu , Al Jazeera yang dikutip detikINET , Jumat ( 18/2 /2011 ) melaporkan , para aktivis yang menggunakan Facebook untuk membangkitkan gerakan revolusi Libya ditangkap . Para aktivis itu diantaranya termasuk novelis kenamaan Libya Idris Al -Mesmari .
Human Rights Watch mendata , ada 14 penulis dan aktivis lainnya yang ditangkap pemerintah Libya . Salah satu tokoh pemerintah yang minta tidak disebutkan namanya menyebutkan menyebutkan saat ini Libya tengah berupaya meredam aksi demonstrasi tersebut .
"Tidak ada hal serius terjadi di sini . Ini hanyalah para anak muda yang berkelahi satu sama lain , " ujarnya .
sumber: DetikINET
Laporan kantor berita Bloomberg dan CNN menyebutkan, jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sempat diblokir selama beberapa jam ketika gelombang protes mulai bergolak Rabu pekan ini. Melalui SMS , pemerintah Libya juga menyebarkan pesan yang mengancam gerakan protes melalui social media.
Beberapa laporan lain menyebutkan , setelah ancaman itu, layanan SMS , koneksi internet dan telepon mulai sulit diakses . Sementara itu , Al Jazeera yang dikutip detikINET , Jumat ( 18/2 /2011 ) melaporkan , para aktivis yang menggunakan Facebook untuk membangkitkan gerakan revolusi Libya ditangkap . Para aktivis itu diantaranya termasuk novelis kenamaan Libya Idris Al -Mesmari .
Human Rights Watch mendata , ada 14 penulis dan aktivis lainnya yang ditangkap pemerintah Libya . Salah satu tokoh pemerintah yang minta tidak disebutkan namanya menyebutkan menyebutkan saat ini Libya tengah berupaya meredam aksi demonstrasi tersebut .
"Tidak ada hal serius terjadi di sini . Ini hanyalah para anak muda yang berkelahi satu sama lain , " ujarnya .
sumber: DetikINET
Tuesday, 15 February 2011
Wanita Ini Menghabiskan waktu 10 Jam di Toilet
Lauren Walsh, wanita berusia 21 tahun menderita Obsessive Compulsive Disorder ( OCD) . OCD menyerang mental dengan ciri -ciri selalu berpikir berulang- ulang dan melakukan aktivitas yang juga dilakukan berulang -ulang. Kelainan ini membuat Lauren merasa menjadi orang yang tidak normal . Misalnya, dia selalu menghabiskan banyak waktu untuk mencuci tangan berjam -jam . Jika dihitung -hitung, ia bisa menghabiskan 10 jam sehari di kamar mandi, seperti dikutip dari DailyMirror . Lauren juga selalu merasa takut karena dia berpikir setiap inchi tubuhnya dihinggapi bakteri, sehingga dia harus mandi lagi dalam waktu lama untuk membersihkannya.
" Ini sampai ke titik saat saya harus mandi lima kali sehari, masing-masing berlangsung dua jam , " ujar Lauren. “ Rasanya, ada begitu banyak hal , yang harus saya lakukan . Setiap menit dari bagian tubuh saya harus dikontrol . ”
Penderitaan ini dialami Lauren sejak didiagnosis mengalami gangguan OCD di usia 12 tahun. OCD yang diderita Lauren seperti menyebabkan suara di kepalanya , yang dia sebut ' iblis di bahu' .
Kondisi ini seolah meyakinkan dia selalu dalam keadaan kotor . Lauren tahu itu tidak rasional, tapi dia tidak berdaya mengendalikan dirinya . Lauren memaparkan bagaimana OCD mengendalikan hidupnya selama bertahun -tahun.
Waktu itu, ibunya , Linda merasa heran , dengan kebiasaan Lauren. Lauren terus menerus mencuci tangan. Tidak hanya di rumah, bahkan juga di sekolah . Penderitaan Lauren membuat dia sulit bersosialisasi dengan teman -teman sekolah .
"Saya selalu merasa tidak normal ." Banyak teman -teman sekolah yang kemudian menjuluki Lauren sebagai orang aneh dan stres. Di usia 10 tahun , Lauren pernah menangis tak terkendali karena dia merasa ada sesuatu yang salah dengan dirinya .
Tapi , waktu itu tidak ada kenapa dia merasa bersalah. Barulah ketika berusia 12 tahun , penderitaan Lauren dikenali penyebabnya. Dia didiagnosis OCD. Saat memasuki remaja , OCD menjadi semakin melumpuhkan mental Lauren. Kamar tidurnya penuh dengan catatan karena Lauren merasa terdorong untuk terus menulis.
" Aku punya catatan untuk diingat kembali ketika saya berumur 12 tahun. Orang beranggapan OCD adalah tentang mencuci tangan sedikit lebih lama dari biasanya dan kemudian Anda melanjutkan aktivitas seperti orang lain. Tapi , ternyata tidak. ”
Lauren melanjutkan , "Keluar dari tempat tidur memakan waktu 20 menit setiap pagi karena saya harus berbalik sampai saya berada di sudut kanan . Jika tidak merasa benar, saya ulangi sampai hal itu benar . ”
Setelah itu , dia akan memastikan tempat tidur selalu dalam keadaan sempurna tanpa ada kain yang kusut . Dia harus mencuci sarung bantal setiap hari dan seprai setidaknya tiga kali seminggu .
" Di kamar mandi aku menggunakan sabun yang berbeda dan lotion untuk bagian tubuh yang berbeda , dimulai di bagian atas dan bekerja dengan cara ke bawah . Dibutuhkan waktu dua jam setiap kali mandi, ” kata Lauren.
Untuk menggunakan toilet , dia harus menyekanya dulu kemudian duduk dengan cara yang benar . Lalu , dia akan selalu merobek lembar pertama kertas toilet karena takut telah tersentuh orang lain . Kemudian dia akan merobek tisu sebanyak 12 lembar untuk selanjutnya dilipat dengan cara tertentu sebelum dipakai .
Untuk sekadar bangun dari toilet pun , dia masih harus memutar sampai benar -benar merasa nyaman. " Saya harus berjalan lurus sempurna dan setiap langkah harus merasa benar di kaki . Jika tidak, saya harus mulai dari awal lagi . Jadi, saya akan berada di sana selama berjam-jam . "
Kondisi Lauren, mirip seperti yang dialami Sam Hancox , yang akhirnya meninggal akibat kasus serupa. Sam mengalami dehidrasi dan infeksi kulit karena penyakit OCD selama 30 tahun . Penyakit ini membuat Sam selalu mandi sampai 20 jam setiap hari karena, dia takut kuman .
" Kasus itu membuat saya marah , karena bisa saja terjadi pada saya, " ujar Lauren yang sangat takut riwayat hidupnya akan berakhir tragis sama seperti Sam .
" Ini sampai ke titik saat saya harus mandi lima kali sehari, masing-masing berlangsung dua jam , " ujar Lauren. “ Rasanya, ada begitu banyak hal , yang harus saya lakukan . Setiap menit dari bagian tubuh saya harus dikontrol . ”
Penderitaan ini dialami Lauren sejak didiagnosis mengalami gangguan OCD di usia 12 tahun. OCD yang diderita Lauren seperti menyebabkan suara di kepalanya , yang dia sebut ' iblis di bahu' .
Kondisi ini seolah meyakinkan dia selalu dalam keadaan kotor . Lauren tahu itu tidak rasional, tapi dia tidak berdaya mengendalikan dirinya . Lauren memaparkan bagaimana OCD mengendalikan hidupnya selama bertahun -tahun.
Waktu itu, ibunya , Linda merasa heran , dengan kebiasaan Lauren. Lauren terus menerus mencuci tangan. Tidak hanya di rumah, bahkan juga di sekolah . Penderitaan Lauren membuat dia sulit bersosialisasi dengan teman -teman sekolah .
"Saya selalu merasa tidak normal ." Banyak teman -teman sekolah yang kemudian menjuluki Lauren sebagai orang aneh dan stres. Di usia 10 tahun , Lauren pernah menangis tak terkendali karena dia merasa ada sesuatu yang salah dengan dirinya .
Tapi , waktu itu tidak ada kenapa dia merasa bersalah. Barulah ketika berusia 12 tahun , penderitaan Lauren dikenali penyebabnya. Dia didiagnosis OCD. Saat memasuki remaja , OCD menjadi semakin melumpuhkan mental Lauren. Kamar tidurnya penuh dengan catatan karena Lauren merasa terdorong untuk terus menulis.
" Aku punya catatan untuk diingat kembali ketika saya berumur 12 tahun. Orang beranggapan OCD adalah tentang mencuci tangan sedikit lebih lama dari biasanya dan kemudian Anda melanjutkan aktivitas seperti orang lain. Tapi , ternyata tidak. ”
Lauren melanjutkan , "Keluar dari tempat tidur memakan waktu 20 menit setiap pagi karena saya harus berbalik sampai saya berada di sudut kanan . Jika tidak merasa benar, saya ulangi sampai hal itu benar . ”
Setelah itu , dia akan memastikan tempat tidur selalu dalam keadaan sempurna tanpa ada kain yang kusut . Dia harus mencuci sarung bantal setiap hari dan seprai setidaknya tiga kali seminggu .
" Di kamar mandi aku menggunakan sabun yang berbeda dan lotion untuk bagian tubuh yang berbeda , dimulai di bagian atas dan bekerja dengan cara ke bawah . Dibutuhkan waktu dua jam setiap kali mandi, ” kata Lauren.
Untuk menggunakan toilet , dia harus menyekanya dulu kemudian duduk dengan cara yang benar . Lalu , dia akan selalu merobek lembar pertama kertas toilet karena takut telah tersentuh orang lain . Kemudian dia akan merobek tisu sebanyak 12 lembar untuk selanjutnya dilipat dengan cara tertentu sebelum dipakai .
Untuk sekadar bangun dari toilet pun , dia masih harus memutar sampai benar -benar merasa nyaman. " Saya harus berjalan lurus sempurna dan setiap langkah harus merasa benar di kaki . Jika tidak, saya harus mulai dari awal lagi . Jadi, saya akan berada di sana selama berjam-jam . "
Kondisi Lauren, mirip seperti yang dialami Sam Hancox , yang akhirnya meninggal akibat kasus serupa. Sam mengalami dehidrasi dan infeksi kulit karena penyakit OCD selama 30 tahun . Penyakit ini membuat Sam selalu mandi sampai 20 jam setiap hari karena, dia takut kuman .
" Kasus itu membuat saya marah , karena bisa saja terjadi pada saya, " ujar Lauren yang sangat takut riwayat hidupnya akan berakhir tragis sama seperti Sam .
Saturday, 12 February 2011
Hindari Bicara Bisik Bisik Untuk Mencegah Kerusakan Pita Suara
Bicara bisik - bisik boleh-boleh saja seperti pada kondisi tertentu saat rapat atau menonton film . Tapi jika kondisi normal, bicaralah normal karena sering bisik -bisik malah bisa mengganggu pita suara .
Bicara bisik -bisik atau pelan justru memberikan tekanan yang lebih berat pada pita suara ketimbang bicara normal, yang menyebabkan trauma yang lebih parah pada laring . Maka itu sebagian besar para otolaryngologist ( ahli bedah khusus THT ) menyarankan masyarakat untuk tidak terlalu sering berbisik .
Laring atau biasa disebut dengan kotak suara adalah organ pada leher mamalia termasuk manusia yang berfungsi melindungi trakea dan terlibat dalam produksi suara. Di dalam laring ini pula terdapat pita suara . Penyanyi misalnya, membutuhkan istirahat vokal yang salah satunya adalah menghindari berbicara bisik -bisik .
Hal ini diketahui karena dua per tiga partisipan dari sebuah penelitian mengalami beban yang lebih besar pada pita suaranya ketika berbisik ketimbang bicara normal . Pada tahun 2006 Dr Robert T Sataloff , ketua departemen THT dari Drexel University College of Medicine melakukan penelitian dengan melibatkan 100 partisipan untuk mencaritahu jawaban apakah benar berbisik itu bisa merusak laring.
Dalam studi ini, peneliti memeriksa pita suara dan juga serat optik dari para partisipan . Untuk mengetahuinya partisipan diminta mengucapkan angka dari 1 sampai 10, pertama dengan suara yang normal lalu berbisik.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui sebanyak 69 partisipan mengalami penambahan beban di pita suaranya ketika berbicara dengan cara berbisik. Sedangkan 18 orang lain tidak menunjukkan perbedaan dan 13 orang lainnya justru lebih mudah berbisik dibanding berbicara normal.
"Diketahui mereka menekan pita suaranya lebih erat dan dalam agar bisa menghasilkan suara berbisik yang lebih traumatis , " ujar Dr Adam D Rubin yang merupakan direktur Lakeshore Professional Voice Center di Michigan , seperti dikutip dari NYTimes , Sabtu ( 12/2 /2011 ) .
Hal ini akan menimbulkan keprihatinan tersendiri mengenai suaranya dan dapat menimbulkan kerusakan di pita suara . Karena itu Dr Sataloff menyarankan masyarakat untuk menghindari berbicara bisik - bisik atau sangat pelan, hal ini untuk menghindari kerusakan pada laring akibat tekanan berlebih di pita suaranya.
sumber: Detikcom
Bicara bisik -bisik atau pelan justru memberikan tekanan yang lebih berat pada pita suara ketimbang bicara normal, yang menyebabkan trauma yang lebih parah pada laring . Maka itu sebagian besar para otolaryngologist ( ahli bedah khusus THT ) menyarankan masyarakat untuk tidak terlalu sering berbisik .
Laring atau biasa disebut dengan kotak suara adalah organ pada leher mamalia termasuk manusia yang berfungsi melindungi trakea dan terlibat dalam produksi suara. Di dalam laring ini pula terdapat pita suara . Penyanyi misalnya, membutuhkan istirahat vokal yang salah satunya adalah menghindari berbicara bisik -bisik .
Hal ini diketahui karena dua per tiga partisipan dari sebuah penelitian mengalami beban yang lebih besar pada pita suaranya ketika berbisik ketimbang bicara normal . Pada tahun 2006 Dr Robert T Sataloff , ketua departemen THT dari Drexel University College of Medicine melakukan penelitian dengan melibatkan 100 partisipan untuk mencaritahu jawaban apakah benar berbisik itu bisa merusak laring.
Dalam studi ini, peneliti memeriksa pita suara dan juga serat optik dari para partisipan . Untuk mengetahuinya partisipan diminta mengucapkan angka dari 1 sampai 10, pertama dengan suara yang normal lalu berbisik.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui sebanyak 69 partisipan mengalami penambahan beban di pita suaranya ketika berbicara dengan cara berbisik. Sedangkan 18 orang lain tidak menunjukkan perbedaan dan 13 orang lainnya justru lebih mudah berbisik dibanding berbicara normal.
"Diketahui mereka menekan pita suaranya lebih erat dan dalam agar bisa menghasilkan suara berbisik yang lebih traumatis , " ujar Dr Adam D Rubin yang merupakan direktur Lakeshore Professional Voice Center di Michigan , seperti dikutip dari NYTimes , Sabtu ( 12/2 /2011 ) .
Hal ini akan menimbulkan keprihatinan tersendiri mengenai suaranya dan dapat menimbulkan kerusakan di pita suara . Karena itu Dr Sataloff menyarankan masyarakat untuk menghindari berbicara bisik - bisik atau sangat pelan, hal ini untuk menghindari kerusakan pada laring akibat tekanan berlebih di pita suaranya.
sumber: Detikcom
Subscribe to:
Posts (Atom)
