Monday, 21 February 2011

Tradisi Valentine Saya Selama 4 Tahun

Wah..... tak terasa satu minggu sudah berlalu setelah hari valentine.... Pastinya, semua mendapatkan coklat sebagai tanda manisnya kasih sayang dari teman atau kekasih, bukan????? Kali ini, Saya Mau berbagi tradisi valentine yang sudah saya lakukan selama 4 tahun ini...


Tradisi Valentine Pertama kali saya lakukan pada saat saya kelas 6, saat itu saya memberikan coklat kepada beberapa teman saya dan semuanya perempuan..... saya mendapat coklat yang lumayan sih, sekitar 5 buah dan tidak ada yang lain......

Tradisi Valentine Kedua saya dilakukan setelah saya lulus dan saya masuk SMP. Nah, ini yang agak mencolok, karena saya untuk pertamakalinya mendapat coklat dari seorang laki2. Sebut saja namanya Edward.... Karena dibanjirin isu kalau saya pacaran dengan dia, saya tidak sempat mengucapkan terima kasih...... Sorry yah, Edward.....


Nah, Tradisi Valentine Ketiga saya lakukan saat saya masuk SMP kelas 2, Karena bertepatan dengan hari imlek, jadi hari pemberiannya agak terlambat.... Tapi, untungnya hanya 1 orang yang kukasih tepat pada 14 februari, yaitu jessie loren.... Beberapa hari yang lalu, saya melihat jessie mengupdate status yang berisi:

"When u came to my house and u gave me a box of chocolate, thanks for that"


Terakhir, Tradisi ini saya lakukan seminggu yang lalu, dan saya hanya memberi kepada 3 orang yang dengan tulus saya berikan dengan 3 warna pita, yaitu:

Olga Laura. Saya memberikannya coklat berbungkus kado dengan pita warna ungu yang kuikat sendiri secantik mungkin.

Wi Wi Waty. Saya memberikannya kado berisi coklat dengan ikatan pita warna pink yang saya simpulkan sendiri.

Vincent Livency. Aneh kan??? Saya memberikan seorang Laki2 coklat????? Tapi, jangan kaget dulu. Saya memberikannya coklat itu sebagai hadiah dari saya sebagai seorang teman, bukan seorang kekasih.... Saya memberikannya coklat yang dibungkus kado, Kemudian saya ikat dengan pita silver/perak.


Nah, semua tadi adalah peringatan hari valentine yang saya lakukan dari tahun 2007 sampai 2011..


How About You?

Friday, 18 February 2011

Pengadilan Akan Kirim Putusan Susu Berbakteri

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menerima salinan putusan perkara susu berbakteri. Selanjutnya, pengadilan akan memberitahukan para pihak terkait putusan ini. "Baru tiba jam 11 . 00 tadi , " kata Juru Bicara PN Jakarta Pusat , Suwidya, saat dihubungi VIVAnews .com , Jumat , 18 Februari 2011 .


Menurut Suwidya, pengadilan akan memberitahukannya kepada pengacara David Tobing , Kementerian Kesehatan, IPB, dan BPOM. " Dan meminta kepada pihak terkait untuk mengambil salinan putusan. "


Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan Humas MA , Nurhadi , menjelaskan setelah salinan diterima pihak terkait, kelanjutan perkara itu tergantung dari David Tobing . "Apakah dia akan mengajukan permohohan eksekusi atau tidak. Jika diajukan , maka pengadilan akan menetapkan sita eksekusi, " ujarnya .


Salinan putusan ini menjadi alasan Kementerian Kesehatan, IPB, dan BPOM untuk tidak mengumumkan merek susu formula yang diduga mengandung bakteri. Di hadapan DPR, pihak IPB pun menegaskan tidak akan mengungkapkannya.


Kasus ini bermula dari penelitian yang diketuai oleh Dr . Sri Estuningsih yang dipublikasikan melalui situs Institut Pertanian Bogor ( www. ipb . ac. id ) pada 17 Februari 2008 . Kesimpulan penelitian tersebut , di Indonesia beredar susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi Enterobacter Sakazakii yang dapat menghasilkan enterotoksin tahan panas yang menyebabkan terjadinya enteritis , sepsis dan meningitis pada model anak mencit neonatus. Namun , IPB hanya mempublikasikan kesimpulan penelitian tersebut .


Soal produk susu formula apa saja yang telah terkontaminasi , tidak dipublikasikan . Atas dasar itu , David Tobing mengajukan gugatan ke pengadilan. Dia meminta agar pihak -pihak terkait mengumumkan hasil penelitian tersebut . Dari pengadilan negeri, pengadilan tinggi hingga keputusan kasasi di Mahkamah Agung, David memenangkan perkara ini.


Keputusan dari Mahkamah Agung itu terbit tanggal 26 April 2010. Dalam amar putusan, majelis hakim yang dipimpin Ketua MA, Harifin Tumpa memutuskan bahwa penelitian yang menyangkut kepentingan publik haruslah diumumkan.


sumber: VIVAnews

Libya Blokir Jejaring Sosial

Seiring meningkatnya penggunaan Facebook dan Twitter oleh warga Libya yang terilhami Mesir , pemerintah negeri Muammar Khadafi yang berkuasa sejak 1969 itu pun melakukan hal yang sama, yakni memblokir situs-situs social media.


Laporan kantor berita Bloomberg dan CNN menyebutkan, jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sempat diblokir selama beberapa jam ketika gelombang protes mulai bergolak Rabu pekan ini. Melalui SMS , pemerintah Libya juga menyebarkan pesan yang mengancam gerakan protes melalui social media.



Beberapa laporan lain menyebutkan , setelah ancaman itu, layanan SMS , koneksi internet dan telepon mulai sulit diakses . Sementara itu , Al Jazeera yang dikutip detikINET , Jumat ( 18/2 /2011 ) melaporkan , para aktivis yang menggunakan Facebook untuk membangkitkan gerakan revolusi Libya ditangkap . Para aktivis itu diantaranya termasuk novelis kenamaan Libya Idris Al -Mesmari .


Human Rights Watch mendata , ada 14 penulis dan aktivis lainnya yang ditangkap pemerintah Libya . Salah satu tokoh pemerintah yang minta tidak disebutkan namanya menyebutkan menyebutkan saat ini Libya tengah berupaya meredam aksi demonstrasi tersebut .


"Tidak ada hal serius terjadi di sini . Ini hanyalah para anak muda yang berkelahi satu sama lain , " ujarnya .


sumber: DetikINET

Tuesday, 15 February 2011

Wanita Ini Menghabiskan waktu 10 Jam di Toilet

Lauren Walsh, wanita berusia 21 tahun menderita Obsessive Compulsive Disorder ( OCD) . OCD menyerang mental dengan ciri -ciri selalu berpikir berulang- ulang dan melakukan aktivitas yang juga dilakukan berulang -ulang. Kelainan ini membuat Lauren merasa menjadi orang yang tidak normal . Misalnya, dia selalu menghabiskan banyak waktu untuk mencuci tangan berjam -jam . Jika dihitung -hitung, ia bisa menghabiskan 10 jam sehari di kamar mandi, seperti dikutip dari DailyMirror . Lauren juga selalu merasa takut karena dia berpikir setiap inchi tubuhnya dihinggapi bakteri, sehingga dia harus mandi lagi dalam waktu lama untuk membersihkannya.


" Ini sampai ke titik saat saya harus mandi lima kali sehari, masing-masing berlangsung dua jam , " ujar Lauren. “ Rasanya, ada begitu banyak hal , yang harus saya lakukan . Setiap menit dari bagian tubuh saya harus dikontrol . ”


Penderitaan ini dialami Lauren sejak didiagnosis mengalami gangguan OCD di usia 12 tahun. OCD yang diderita Lauren seperti menyebabkan suara di kepalanya , yang dia sebut ' iblis di bahu' .


Kondisi ini seolah meyakinkan dia selalu dalam keadaan kotor . Lauren tahu itu tidak rasional, tapi dia tidak berdaya mengendalikan dirinya . Lauren memaparkan bagaimana OCD mengendalikan hidupnya selama bertahun -tahun.


Waktu itu, ibunya , Linda merasa heran , dengan kebiasaan Lauren. Lauren terus menerus mencuci tangan. Tidak hanya di rumah, bahkan juga di sekolah . Penderitaan Lauren membuat dia sulit bersosialisasi dengan teman -teman sekolah .


"Saya selalu merasa tidak normal ." Banyak teman -teman sekolah yang kemudian menjuluki Lauren sebagai orang aneh dan stres. Di usia 10 tahun , Lauren pernah menangis tak terkendali karena dia merasa ada sesuatu yang salah dengan dirinya .


Tapi , waktu itu tidak ada kenapa dia merasa bersalah. Barulah ketika berusia 12 tahun , penderitaan Lauren dikenali penyebabnya. Dia didiagnosis OCD. Saat memasuki remaja , OCD menjadi semakin melumpuhkan mental Lauren. Kamar tidurnya penuh dengan catatan karena Lauren merasa terdorong untuk terus menulis.


" Aku punya catatan untuk diingat kembali ketika saya berumur 12 tahun. Orang beranggapan OCD adalah tentang mencuci tangan sedikit lebih lama dari biasanya dan kemudian Anda melanjutkan aktivitas seperti orang lain. Tapi , ternyata tidak. ”


Lauren melanjutkan , "Keluar dari tempat tidur memakan waktu 20 menit setiap pagi karena saya harus berbalik sampai saya berada di sudut kanan . Jika tidak merasa benar, saya ulangi sampai hal itu benar . ”


Setelah itu , dia akan memastikan tempat tidur selalu dalam keadaan sempurna tanpa ada kain yang kusut . Dia harus mencuci sarung bantal setiap hari dan seprai setidaknya tiga kali seminggu .


" Di kamar mandi aku menggunakan sabun yang berbeda dan lotion untuk bagian tubuh yang berbeda , dimulai di bagian atas dan bekerja dengan cara ke bawah . Dibutuhkan waktu dua jam setiap kali mandi, ” kata Lauren.


Untuk menggunakan toilet , dia harus menyekanya dulu kemudian duduk dengan cara yang benar . Lalu , dia akan selalu merobek lembar pertama kertas toilet karena takut telah tersentuh orang lain . Kemudian dia akan merobek tisu sebanyak 12 lembar untuk selanjutnya dilipat dengan cara tertentu sebelum dipakai .


Untuk sekadar bangun dari toilet pun , dia masih harus memutar sampai benar -benar merasa nyaman. " Saya harus berjalan lurus sempurna dan setiap langkah harus merasa benar di kaki . Jika tidak, saya harus mulai dari awal lagi . Jadi, saya akan berada di sana selama berjam-jam . "


Kondisi Lauren, mirip seperti yang dialami Sam Hancox , yang akhirnya meninggal akibat kasus serupa. Sam mengalami dehidrasi dan infeksi kulit karena penyakit OCD selama 30 tahun . Penyakit ini membuat Sam selalu mandi sampai 20 jam setiap hari karena, dia takut kuman .


" Kasus itu membuat saya marah , karena bisa saja terjadi pada saya, " ujar Lauren yang sangat takut riwayat hidupnya akan berakhir tragis sama seperti Sam .