Tuesday, 15 February 2011

Wanita Ini Menghabiskan waktu 10 Jam di Toilet

Lauren Walsh, wanita berusia 21 tahun menderita Obsessive Compulsive Disorder ( OCD) . OCD menyerang mental dengan ciri -ciri selalu berpikir berulang- ulang dan melakukan aktivitas yang juga dilakukan berulang -ulang. Kelainan ini membuat Lauren merasa menjadi orang yang tidak normal . Misalnya, dia selalu menghabiskan banyak waktu untuk mencuci tangan berjam -jam . Jika dihitung -hitung, ia bisa menghabiskan 10 jam sehari di kamar mandi, seperti dikutip dari DailyMirror . Lauren juga selalu merasa takut karena dia berpikir setiap inchi tubuhnya dihinggapi bakteri, sehingga dia harus mandi lagi dalam waktu lama untuk membersihkannya.


" Ini sampai ke titik saat saya harus mandi lima kali sehari, masing-masing berlangsung dua jam , " ujar Lauren. “ Rasanya, ada begitu banyak hal , yang harus saya lakukan . Setiap menit dari bagian tubuh saya harus dikontrol . ”


Penderitaan ini dialami Lauren sejak didiagnosis mengalami gangguan OCD di usia 12 tahun. OCD yang diderita Lauren seperti menyebabkan suara di kepalanya , yang dia sebut ' iblis di bahu' .


Kondisi ini seolah meyakinkan dia selalu dalam keadaan kotor . Lauren tahu itu tidak rasional, tapi dia tidak berdaya mengendalikan dirinya . Lauren memaparkan bagaimana OCD mengendalikan hidupnya selama bertahun -tahun.


Waktu itu, ibunya , Linda merasa heran , dengan kebiasaan Lauren. Lauren terus menerus mencuci tangan. Tidak hanya di rumah, bahkan juga di sekolah . Penderitaan Lauren membuat dia sulit bersosialisasi dengan teman -teman sekolah .


"Saya selalu merasa tidak normal ." Banyak teman -teman sekolah yang kemudian menjuluki Lauren sebagai orang aneh dan stres. Di usia 10 tahun , Lauren pernah menangis tak terkendali karena dia merasa ada sesuatu yang salah dengan dirinya .


Tapi , waktu itu tidak ada kenapa dia merasa bersalah. Barulah ketika berusia 12 tahun , penderitaan Lauren dikenali penyebabnya. Dia didiagnosis OCD. Saat memasuki remaja , OCD menjadi semakin melumpuhkan mental Lauren. Kamar tidurnya penuh dengan catatan karena Lauren merasa terdorong untuk terus menulis.


" Aku punya catatan untuk diingat kembali ketika saya berumur 12 tahun. Orang beranggapan OCD adalah tentang mencuci tangan sedikit lebih lama dari biasanya dan kemudian Anda melanjutkan aktivitas seperti orang lain. Tapi , ternyata tidak. ”


Lauren melanjutkan , "Keluar dari tempat tidur memakan waktu 20 menit setiap pagi karena saya harus berbalik sampai saya berada di sudut kanan . Jika tidak merasa benar, saya ulangi sampai hal itu benar . ”


Setelah itu , dia akan memastikan tempat tidur selalu dalam keadaan sempurna tanpa ada kain yang kusut . Dia harus mencuci sarung bantal setiap hari dan seprai setidaknya tiga kali seminggu .


" Di kamar mandi aku menggunakan sabun yang berbeda dan lotion untuk bagian tubuh yang berbeda , dimulai di bagian atas dan bekerja dengan cara ke bawah . Dibutuhkan waktu dua jam setiap kali mandi, ” kata Lauren.


Untuk menggunakan toilet , dia harus menyekanya dulu kemudian duduk dengan cara yang benar . Lalu , dia akan selalu merobek lembar pertama kertas toilet karena takut telah tersentuh orang lain . Kemudian dia akan merobek tisu sebanyak 12 lembar untuk selanjutnya dilipat dengan cara tertentu sebelum dipakai .


Untuk sekadar bangun dari toilet pun , dia masih harus memutar sampai benar -benar merasa nyaman. " Saya harus berjalan lurus sempurna dan setiap langkah harus merasa benar di kaki . Jika tidak, saya harus mulai dari awal lagi . Jadi, saya akan berada di sana selama berjam-jam . "


Kondisi Lauren, mirip seperti yang dialami Sam Hancox , yang akhirnya meninggal akibat kasus serupa. Sam mengalami dehidrasi dan infeksi kulit karena penyakit OCD selama 30 tahun . Penyakit ini membuat Sam selalu mandi sampai 20 jam setiap hari karena, dia takut kuman .


" Kasus itu membuat saya marah , karena bisa saja terjadi pada saya, " ujar Lauren yang sangat takut riwayat hidupnya akan berakhir tragis sama seperti Sam .

Saturday, 12 February 2011

Hindari Bicara Bisik Bisik Untuk Mencegah Kerusakan Pita Suara

Bicara bisik - bisik boleh-boleh saja seperti pada kondisi tertentu saat rapat atau menonton film . Tapi jika kondisi normal, bicaralah normal karena sering bisik -bisik malah bisa mengganggu pita suara .



Bicara bisik -bisik atau pelan justru memberikan tekanan yang lebih berat pada pita suara ketimbang bicara normal, yang menyebabkan trauma yang lebih parah pada laring . Maka itu sebagian besar para otolaryngologist ( ahli bedah khusus THT ) menyarankan masyarakat untuk tidak terlalu sering berbisik .



Laring atau biasa disebut dengan kotak suara adalah organ pada leher mamalia termasuk manusia yang berfungsi melindungi trakea dan terlibat dalam produksi suara. Di dalam laring ini pula terdapat pita suara . Penyanyi misalnya, membutuhkan istirahat vokal yang salah satunya adalah menghindari berbicara bisik -bisik .



Hal ini diketahui karena dua per tiga partisipan dari sebuah penelitian mengalami beban yang lebih besar pada pita suaranya ketika berbisik ketimbang bicara normal . Pada tahun 2006 Dr Robert T Sataloff , ketua departemen THT dari Drexel University College of Medicine melakukan penelitian dengan melibatkan 100 partisipan untuk mencaritahu jawaban apakah benar berbisik itu bisa merusak laring.



Dalam studi ini, peneliti memeriksa pita suara dan juga serat optik dari para partisipan . Untuk mengetahuinya partisipan diminta mengucapkan angka dari 1 sampai 10, pertama dengan suara yang normal lalu berbisik.



Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui sebanyak 69 partisipan mengalami penambahan beban di pita suaranya ketika berbicara dengan cara berbisik. Sedangkan 18 orang lain tidak menunjukkan perbedaan dan 13 orang lainnya justru lebih mudah berbisik dibanding berbicara normal.



"Diketahui mereka menekan pita suaranya lebih erat dan dalam agar bisa menghasilkan suara berbisik yang lebih traumatis , " ujar Dr Adam D Rubin yang merupakan direktur Lakeshore Professional Voice Center di Michigan , seperti dikutip dari NYTimes , Sabtu ( 12/2 /2011 ) .



Hal ini akan menimbulkan keprihatinan tersendiri mengenai suaranya dan dapat menimbulkan kerusakan di pita suara . Karena itu Dr Sataloff menyarankan masyarakat untuk menghindari berbicara bisik - bisik atau sangat pelan, hal ini untuk menghindari kerusakan pada laring akibat tekanan berlebih di pita suaranya.


sumber: Detikcom

Friday, 11 February 2011

Arif, Si Perekam Serangan Ahmadiyah

Proses kematian itu berlangsung dimuka umum . Mereka disudahi batu , kayu dan golok massa yang mengamuk . Dunia menyaksikan kenggerian ini lewat video yang diunggah ke situs Youtube . Kecaman dan kemarahan datang. Selain kepada para pelaku , juga kepada polisi dan pemerintah yang rajin berjanji akan bertindak tegas terhadap setiap tindakan anarkis.


Dunia ditolong oleh orang yang merekam aksi ini untuk melihat kekerasan yang terjadi di Pangeglang itu . Siapa si perekam itu, tak banyak yang tahu . Sepekan belakangan namanya cuma beredar di kalangan terbatas , kalangan aktivis hak asasi manusia. Namanya Arif .


Hari ini, Jumat 11 Februari , Arif mau bersaksi soal kasus ini di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) . Pengurus Pusat Ahmadiyah mendampingi Arif melalui tim pengacara dari LBH Jakarta. Dari sana mereka akan pergi ke Mabes Polri . Arif siap membantu polisi mengusut kasus ini, bersaksi sesuai fakta yang dilihatnya di lapangan.


Selama proses pemeriksaan itu, " Tim kuasa hukum kami dari LBH Jakarta akan mendampingi Arif , " kata juru bicara Ahmadiyah Pusat, Zafrullah Ahmad Pontoh, dalam perbincangan dengan VIVAnews .com , Jumat 11 Februari 2011 .


Menurut Zafrullah , pengacara dari LBH Jakarta sudah sejak lama mendampingi Ahmadiyah. Dari kasus -kasus terdahulu, LBH Jakarta sudah memberikan bantuan advokasi. Jika kemudian lembaga itu mendampingi Arief, itu karena Ahmadiyah tahu komitmen lembaga itu . Lalu , siapa sebenarnya Arif , perekam serangan yang juga anggota jemaah Ahmadiyah itu? Zafrullah sendiri tidak mengenal Arif secara pribadi. Juga tidak memiliki banyak informasi tentang si perekam serangan yang selamat dari amuk massa itu, karena mengaku sebagai wartawan .

" Informasinya, dia memang warga Ahmadiyah , asalnya dari Banten juga. Pengurus atau bukan , saya belum tahu . Kami akan cek lagi, " ujar Zafrullah . Sebelumnya , Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh mengatakan, Komnas akan mencoba meminta Mabes Polri dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK ) untuk melindungi Arif .


Komnas HAM juga berharap Arif dapat memberikan keterangan kepada polisi . "Dia resah. Padahal , dia tidak berbuat apa - apa , " kata Ridha kepada VIVAnews. com .


sumber: VIVAnews

Gadis 18 Tahun Meninggal Usai Berciuman

Ciuman berujung maut . Itulah yang dialami gadis asal Inggris ini, Jemma Benjamin. Remaja berumur 18 tahun itu menghembuskan nafas terakhir usai berciuman dengan teman prianya , Daniel Ross ( 21) .


Setelah berciuman , beberapa menit kemudian Jemma mendadak lemas dan tidak sadarkan diri. Gadis itu kemudian meninggal di hadapan Daniel . Ciuman di bibir itu merupakan yang pertama bagi Jemma seumur hidupnya .


Dalam hearing pemeriksaan yang digelar di Aberdare, seperti dilansir harian Inggris, Telegraph, Kamis ( 10/2 /2011 ) , Jemma dipastikan meninggal akibat Sudden Adult Death Syndrome ( SADS) , sebuah sindrom kematian mendadak pada orang dewasa , yang merupakan kondisi penyakit jantung langka yang menewaskan 500 orang di Inggris setiap tahunnya.


Dalam hearing itu terungkap bahwa Daniel telah mencoba untuk menyelamatkan Jemma sebelum paramedis tiba di lokasi. Dalam peristiwa tragis yang terjadi di kediaman Daniel di Treforest, Pontypridd , South Wales pada April 2009 itu, Daniel menghubungi nomor darurat 999 dan sempat memberikan pertolongan nafas buatan sesuai instruksi operator Dinas Ambulans Welsh lewat telepon .


"Jemma dan Daniel mulai ngobrol dan akhirnya berciuman , kemungkinan itu pertama kali mereka berciuman , " ujar detektif Con Richie Andrews dalam hearing tersebut . Kepada polisi , Daniel mengatakan bahwa dia dan Jemma berteman baik. Mereka baru tiga bulan saling mengenal .


"Itu bukan hubungan seksual namun kami saling bertemu dua kali seminggu ," tutur Daniel . Saat kejadian itu, keduanya akan pergi ke bar namun kemudian mereka kembali ke rumah Daniel untuk mengambil kartu kreditnya yang tertinggal.


"Kami ngobrol dan akhirnya berciuman di lorong pintu depan ," tutur Daniel . "Kami kemudian masuk ke dapur dan kemudian ke ruang tamu dan Jemma duduk di sofa , " ujar pria muda itu.


Setelah itu Daniel melihat Jemma tiba -tiba terkulai dan mulutnya mulai berbusa sebelum kemudian pingsan. Dalam hearing diungkap bahwa Jemma selama ini selalu fit dan sehat serta tidak punya riwayat penyakit jantung .